Doyan Sosis? Ini Dampaknya, Hati-hati!

©

Transbogor.co - Pembalap Tim Ducati, Andrea Dovizioso, mengaku senang dengan raihannya di MotoGP 2017. Bukan hanya keluar sebagai runner-up, tapi pembalap berpaspor Italia itu mampu mengalahkan rekannya yakni Jorge Lorenzo.

Seperti diketahui, Dovizioso yang pada musim 2016 menjadi pembalap utama Tim Ducati, harus turun takhta akibat kedatangan Lorenzo pada musim 2017. Nama besar X-Fuera –julukan Lorenzo- membuat Dovizioso tersingkir dari posisi pembalap utama tim yang bermarkas di Italia itu.

Lorenzo adalah juara dunia tiga kali di kelas MotoGP. Sementara Dovizioso hanya memegang gelar satu kali kelas 125 cc. Pada kompetisi MotoGP, pembalap berjuluk The Little Dragon itu masih belum mampu menunjukkan ketangguhannya.

Baru pada musim 2017, pembalap berusia 31 tahun itu mampu mengalahkan Lorenzo yang justru tampil menjadi rekan satu tim. Dovizioso menduduki posisi dua klasemen akhir pembalap, sementara rekannya itu harus puas berada di posisi ketujuh.

Sejatinya, Dovizioso pun pernah mengalahkan raihan Lorenzo. Namun, hal itu terjadi kala keduanya bersaing di kelas 125 cc. Pada 2004, Dovizioso keluar sebagai juara dunia, sementara Lorenzo hanya finis di posisi keempat.

Sementara di kelas 250 cc, persaingan keduanya terasa kental. Pada 2006-2007, keduanya bersaing ketat untuk bisa merebut gelar juara dunia di kelas 250 cc. Tetapi pada akhirnya, giliran Lorenzo yang mampu keluar menjadi juara pada dua musim tersebut. Sementara Dovizioso harus puas menjadi runner-up selama dua tahun beruturut-turut.

Kini mereka menjadi rekanan yang tentunya harus saling membantu. Namun, di luar hal tersebut Dovizioso merasakan kepuasan tersendiri untuk saat ini. Pasalnya ini, pertama kali bagi Dovizioso  mengalahkan raihan Lorenzo di kelas MotoGP.  

“Lorenzo memberi saya kepuasan, dia adalah juara dunia. Kami membuat karier secara paralel, pada 250 cc dia mengalahkan saya dan di MotoGP dia membuat perbedaan. Mampu mengalahkannya sekarang, itu adalah kepuasan yang besar,” ungkap Dovizioso, mengutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (14/2/2018).

Dovizioso mampu menunjukkan ketangguhannya musim lalu. Meski bukan sebagai unggulan, pembalap bernomor motor 04 itu nyatanya mampu menyaingi Marc Marquez yang akhirnya keluar sebagai juara dunia. Persaingan keduanya bahkan terjadi hingga seri terakhir balapan di Valencia. (okz)

Back to Top