Bogor yang Jadi Dapil Neraka Bagi Para Caleg

©

 

Transbogor.co - Mantan peserta Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Kota dan Kabupaten Bogor kembali mendaftar di Pemilihan Legislatif 2019. Mereka mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat tingkat daerah, provinsi hingga pusat diusung partai politik masing-masing.

Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor menerima pendaftaran dari seluruh partai politik pada hari terakhir, Selasa 17 Juli 2018 hingga tengah malam. "Setelah diperiksa, semua dokumen pencalonan. Semua partai memenuhi syarat dan diberikan tanda terima pendaftaran," kata Komisioner KPU Kota Bogor Syamsudin, Rabu 18 Juli 2018.

KPU selanjutnya akan memeriksa persyaratan para caleg untuk menentukan yang bersangkutan memenuhi syarat (MS) atau belum (BMS). Pihaknya akan menyampaika hasil pemeriksaan tersebut dalam berita acara pada 19-21 Juli 2018. Sedangkan masa perbaikan persyaratan dimulai 22-31 Juli 2018.

Terdapat sedikitnya delapan nama yang mendaftarkan diri mulai dari Gunawan Hasan yang diusung Partai Berkarya dan Ade Wardhana dari Partai Kebangkitan Bangsa pada Pileg DPR RI. Keduanya sempat maju pada Pemilihan Bupati Bogor 2018 melalui jalur perorangan.

Di Pileg Provinsi Jawa Barat, mantan Calon Wali Kota Bogor Achmad Ruyat mendaftar melalui Partai Keadilan Sejahtera. Dia akan bersaing dengan mantan calon Wakil Bupati Bogor Bayu Syahjohan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di daerah pemilihan Kabupaten Bogor.

Sedangkan Sefwelly Ginanjar akhirnya bergabung Partai Amanat Nasional. Mantan Calon Wakil Walikota Bogor dari jalur perorangan itu bersaing di dapil Kota Bogor pada Pileg tingkat provinsi.

Mantan Calon Wakil Walikota Bogor lainnya, Zaenul Mutaqin mendaftar melalui Partai Persatuan Pembangunan untuk menjadi anggota DPRD Kota Bogor. Sama halnya dengan Dadang Iskandar Danubrata yang diusung PDIP dan Sugeng Tegug Santoso oleh Partai Solidaritas Indonesia. Sebelumnya mereka berpasangan dalam Pilwalkot Bogor 2018.

Pileg 2019 di dapil Kabupaten Bogor juga diikuti sejumlah bintang layar kaca seperti Primus Yustisio yang diusung PAN, Tomi Kurniawan dari PKB dan Syahrul Gunawan didaftarkan Partai Nasional Demokrat.

Dapil neraka
Keterlibatan para figur publik itu, menurut pengamat politik Yus Fitriadi, untuk merebut kursi di Kabupaten Bogor. Menurut Yus, persaingan di dapil Kabupaten Bogor dikenal cukup ketat bahkan dijuluki dapil neraka. Ia beralasan, persaingan Pileg sebelumnya diikuti para elit partai seperti Airlangga, Primus, Fadli Zon, Adian Napitupulu dan sebagainya. Bahkan ia mendapat informasi Pileg 2019 di Bogor akan diikuti Cak Imin.

"Kenapa demikian, salah satunya karena Kabupaten Bogor ini satunya daerah di Indonesia yang satu dapil satu kabupaten. Sehingga konsolidasi dan kampanye tidak usyh menyeberang ke kabupaten lainnya," kata Yus. Alasan kedua adalah jumlah pemilih di sana paling banyak di Indonesia dibandingkan daerah lainnya.

"Sehingga satu kabupaten saja kursinya bisa sampai sembilan kursi. Artinya akan lebih banyak mengakomodir caleg, belum lagi untuk kepentingan Pilpres, sangat efektif," katanya. Yus menganggap lokasi Kabupaten Bogor juga strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan negara. (pr)

Back to Top