Korban Tanah Longsor Sinaresmi Terus Dievakuasi

Oleh :Adi
Korban Tanah Longsor Sinaresmi Terus Dievakuasi

Transbogor.co  – Duka mendalam dan air mata warga Kampung Cimapag,Desa Sirnaresmi,Kecamatan Cisolok,Kabupaten Sukabumi masih terdengar lirih pasca bencana tanah longsor yang terjadi, Senin (31/12/2018) malam.

Evakuasi yang dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama relawan, Selasa (1/1/2019) menemukan dua jasad korban yang tertimbun tanah longsor.

Jasad pria dan wanita ini ditemukan di balik puing reruntuhan rumah tertimbun longsor yang lokasinya berjauhan.

Korban pria bernama Sukiyat (57) dan perempuan identitasnya Riska (18). Keluarga korban histeris saat jasad dibawa menggunakan kantung mayat ke SD Cimapag yang dijadikan posko penanganan bencana sekitar 500 meter dari lokasi longsor.

Pantauan di lokasi, jasad Riska dikenali oleh keluarganya setelah tim identifikasi memperlihatkan foto korban kepada keluarga. Selain itu keluarga juga mengenali jenazah korban karena sedang dalam keadaan hamil.

"Hingga saat ini terdata ada empat korban meninggal dunia. Ada satu titik lagi yang sudah kita ketahui tinggal menunggu proses evakuasi," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman.

Menurut Eka, ketebalan tanah akibat longsoran mencapai 4 meter, sementara tim relawan gabungan melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Eka menyebut kendaraan berat siap melakukan evakuasi namun terhambat akses jalan menuju lokasi longsor.

"Ketebalan longsor mencapai 4 meter, luas sapuan longsor sekitar 200 meter dengan lebar 100 meter. Alhamdulillah jumlah relawan cukup banyak jadi meskipun menggunakan peralatan seadanya proses pencarian masih tetap bisa dilakukan," ucap Eka.

Hingga kini, berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, jumlah penduduk kampung adat berjumlah 32 KK atau 107 jiwa, tercatat 63 orang selamat, 5 luka, 4 tewas, 27 orang belum ditemukan berikut tambahan 6 orang.

"Enam orang ini statusnya belum bisa dipastikan statusnya, bukan warga setempat," kata Eka.

Dari jumlah korban yang belum ditemukan, Eka menjelaskan sudah diketahui 3 titik atau posisi korban di dalam timbunan tanah. Saat ini proses evakuasi masih dilakukan di lokasi.

"Ada tiga titik posisi korban sudah diketahui tinggal kita evakuasi dari lokasi tersebut," ujarnya.

Proses evakuasi terbatas peralatan. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Pramuka Peduli, Sarda dan relawan menggunakan peralatan seadanya.

"Buldozer sebenarnya ada, namun karena akses ke lokasi tidak memungkinkan akhirnya peralatan berat itu terparkir. Kalau untuk sengaja membuka jalan jelas tidak mungkin," tutur Eka.

(adh/dtk)