Tiga Aspek dan Inovasi Tingkatkan Capaian Kota Sehat

Oleh :Adi
Tiga Aspek dan Inovasi Tingkatkan Capaian Kota Sehat

Transbogor.co - Menjadikan Kota Sehat setidaknya dibutuhkan tiga hal yang harus dijalankan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yaitu dari aspek kelembagaan, kolaborasi dan konsistensi.

Kota Bogor sebagai Kota Sehat merupakan bagian dari visi Kota Bogor, yakni kota yang ramah dan layak bagi keluarga.

Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menerima Tim Pendamping Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Rabu (13/02/2019).

Dari aspek kelembagaan, setiap perangkat daerah harus memahami konsep Kota Sehat dengan menerjemahkannya dalam kegiatan-kegiatan yang ada dan mengawal seluruh pelaksanaannya.

Sementara itu aspek kolaborasi, semua harus bergerak bersama menuju Kota Sehat dan Kota Keluarga. Pemerintah, kampus, sektor usaha, komunitas dan media atau konsep Pentahelix harus dijalankan.

Aspek konsistensi kata Bima, semua program yang sudah ditetapkan harus terus dikawal dan terus melangkah maju. Penghargaan yang sudah diraih lebih ditingkatkan lagi.

“Kita kuatkan dan maksimalkan ketiga aspek ini dan untuk mendukungnya harus dilengkapi dengan inovasi,” ujar Bima.

Inovasi yang saat ini dijalankan Pemkot Bogor dalam rangka melengkapi tiga aspek tersebut, diantaranya Kota Bogor menjadi kota pertama yang memiliki regulasi penerapan Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), Sekolah Ibu yang bentuknya pengajaran informal bagi para ibu di Kota Bogor dan program naturalisasi Ciliwung dengan tiga target, yaitu meningkatkan kualitas hidup warga, membangun wisata air (kampung tematik) dan mencegah banjir.

Hal lain yang berjalan secara konsisten diantaranya perbaikan fasilitas olahraga, rencana pembangunan 1 kecamatan 1 GOR, fokus mendukung kegiatan pre-emtif dan preventif kaitan kultur hidup sehat di wilayah.

“Jadi tidak hanya infrastruktur tetapi juga kultur turut dibangun, tidak hanya ramai dikunjungi wisatawan tetapi juga membangun kesadaran warganya,” tegas Wali Kota.

Ikhtiar lain berkaitan Kota Sehat yang juga dijalankan Pemkot Bogor, seperti membangun lingkungan yang sehat, aman dan nyaman, mencegah prostitusi dan tawuran antar pelajar dan hal lain yang bisa mengganggu kenyamanan keluarga.

Sementara itu Ketua Tim Pembina Kota/Kabupaten Sehat Tingkat Provinsi Jawa Barat, Kani dalam sambutannya menyebutkan, Kota Sehat bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) semata.

“Untuk mencapai tujuannya tidak mudah dan membutuhkan dukungan semua pihak. Tanpa kekompakan tujuan yang ingin dicapai akan sulit terealisasi,” katanya.

Usai acara penerimaan, Tim Pendamping Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jabar Tahun 2019 didampingi Bappeda Kota Bogor melakukan kunjungan ke sejumlah titik guna pengecekan dokumentasi.

(adi)