Manfaatkan Koran Bekas, Kerajinan Ini Bisa Capai Omset 15 Juta/Bulan

Oleh :Adi
Manfaatkan Koran Bekas, Kerajinan Ini Bisa Capai Omset 15 Juta/Bulan

Transbogor.co - Kertas koran jika sudah tidak digunakan lagi selain jadi sampah, pada umumnya hanya menjadi bahan pembungkus makanan, bahan packing barang-barang yang akan dikirim atau pun juga alas duduk.

Namun di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Kebon Kopi, kertas koran menjadi sebuah produk ekonomi bernilai tinggi.

Adalah Craft Sebelas Kopi yang memanfaatkan limbah kertas koran tersebut. Nama ini berangkat dari Bank Sampah yang ada di RW 11 Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Pabuaran Cibinong, Kabupaten Bogor pada tahun 2016 yang lalu.

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil menyarankan agar produk unggulan Kabupaten Bogor dapat terus tingkatkan inovasinya, baik dari segi kemasan maupun tampilan agar mampu bersaing hingga menembus pasar nasional maupun internasional

"Apa yang dilakukan oleh Craft Sebelas Kopi ini harus kita dorong  terus supaya produk-produknya semakin mempunyai daya saing, bercita rasa internasional untuk siap ekspor," katanya saat melakukan peninjauan ke workshop pembuatan craft kertas koran, Senin (25/2/19).

"Begitupun dengan jenis kerajinan lainnya, bisa diperbaiki kemasannya atau tampilannya agar lebih menarik lagi," sambungnya.

 Ada 30 macam produk yang dibuat Galeri Craft Sebelas Kopi, diantaranya yaitu vas bunga, tas, tempat tisu, tempat koran/majalah, tempat jarum pentul sampai dengan souvenir pernikahan.

Semuanya dibuat dari bahan dasar kertas koran.

Total Ibu-ibu yang diberdayakan ada 27 orang, pendapatan yang dapat diperoleh mereka bisa mencapai 75 ribu rupiah per hari, tergantung pemesanan.

Dengan omset per bulan dari Craft Sebelas Kopi paling tinggi bisa mencapai 15 juta rupiah, paling rendah 6 juta rupiah per bulan.

"Produk kerajinan seperti yang dilakukan Craft Sebelas Kopi ini tentunya sangat positif, selain turut menjaga lingkungan dengan mendaur ulang limbah yang ada, juga turut membantu perekonomian warga sekitar dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Hal ini sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan program One Village One Product," dukung Atalia.

Pengrajian Kerajinan Koran, Brian Wiryawan mengungkapkan terbentuknya galery seni kni berawal saat dirinya ingin menjadikan sampah kertas koran menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai ekonomi. Dengan latar belakang seni dan juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar, Brian membentuk Galeri Craft Sebelas Kopi pada 10 Oktober 2017 dengan memberdayakan ibu-ibu di lingkungan RW 11.

"Saya lihat kerajinan jenis ini jarang ada. Dilihat dari prosesnya, koran-koran dilinting, kemudian dianyam. Tentu membutuhkan proses panjang dan harus penuh ketelitian," kata Brian.

"Potensi untuk ekspor sudah ada ke Singapura, namun kendala yang dihadapi oleh Craft Sebelas Kopi terletak pada proses pengerjaannya, karena hanya dilakukan oleh ibu–ibu disela-sela kegiatan sehari-harinya di rumah masing-masing. Mereka belum sanggup untuk memenuhi target produksi untuk ekspor," keluhnya.

Selain dijual di Galeri Craft Sebelas Kopi, produk-produk ini juga juga dijual di tempat-tempat wisata sekitar Bogor dan Jakarta seperti SKI Katulampa, Jungle Land dan juga Taman Mini Indonesia Indah.

Saat ini, Craft Sebelas Kopi juga tengah mengembangkan potensi limbah lainnya untuk dijadikan produk bernilai ekonomi seperti plastik dan juga kaleng-kaleng bekas.

(adi)