Potensi Industri Kreatif Di Kota Bogor Cukup Besar

Oleh :Mochammad Rachmansyah
 Potensi Industri Kreatif Di Kota Bogor Cukup Besar

Transbogor.co - Wali Kota Bogor Bima Arya hadir dalam kegiatan bertajuk Bisma Goes to Get Member (Bigger) yang digagas Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Rabu (27/2/2019).

Dalam sambutannya, Bima Arya menyebut pertumbuhan dan potensi industri kreatif di Kota Bogor berkembang sangat cepat, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan, design hingga musik.

“Pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor potensinya sangat besar. Di Bogor juga mempunyai kuliner kreatif dan kuliner tradisional yang sangat banyak diminati oleh banyak masyarakat, tak terkecuali masyarakat dari luar daerah,” ungkap Bima.

Bima melanjutkan, tumbuh pesatnya industri ini bukan terjadi begitu saja, melainkan karena pesatnya perkembangan teknologi, terutama sosial media.

Dari hasil survei yang ia dapat, pengguna jejaring internet dan media sosial di Kota Bogor cukup tinggi. Dari 1 juta penduduk Kota Bogor, 75 persennya adalah pengguna Facebook, 42 persen pengguna Instagram, dan Whatsapp 80 persen.

“Maka dari itu, untuk mengikuti perkembangan zaman syaratnya hanya satu, yaitu kolaborasi dengan semua pihak. Tanpa adanya kolaborasi dan koordinasi yang baik, mungkin itu semua tidak bisa berjalan. Dan dipastikan juga untuk orang-orang yang menjalani bisnisnya sendiri tidak bisa menyaingi perkembangan zaman,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi hadirnya Bigger yang digagas Bekraf. Bigger sendiri merupakan platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf melalui aplikasi Android/IOS dan website BISMA di https://bisma.bekraf.go.id/.

Dalam kegiatan ini ada sebanyak 200 pelaku ekonomi kreatif yang hadir. Untuk mengikuti event ini, pelaku ekonomi kreatif di wilayah Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bogor cukup mendaftarkan diri dan bergabung dengan 27 ribu pelaku ekonomi kreatif lainnya yang saat ini telah terdaftar di database BISMA.

Selain Wali Kota Bogor, kegiatan ini juga dibuka oleh Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan pada Bekraf Abdur Rohim Boy Berawi.

Pada kesempatan tersebut Abdur Rohim menambahkan, acara ini diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan Bekraf.

“Itu dilakukan untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat dihasilkan pemetaan akurat yang dapat membantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan dukungan dari Bekraf dalam mengembangkan usaha kreatif.

Sekedar informasi, Bekraf merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Bekraf dipimpin oleh Triawan Munaf.

Bekraf sendiri mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio. 

(adi)