Tarif Naik, Pelayanan PDAM Tirta Pakuan Jeblok

Oleh :
Tarif Naik, Pelayanan PDAM Tirta Pakuan Jeblok

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta  Pakuan bulan lalu baru saja menaikan tarif. Banyak  dari para pelanggan PDAM berharap kenaikan tarif diimbangi pelayanan maksimal. Kenyataan, pelanggan sering kecewa karena aliran air tidak teratur.

Agus Leo, salah seorang pelanggan PDAM mengemukakan kekecewaan pelayananan PDAM Tirta Pakuan dalam akun facebook. Agus merasa keberatan terkaitan kenaikan tarif yang baru saja dilakukan PDAM Tirta Pakuan. “Surat pemberitahuan kenaikan tarif yang ditandatangani Dirut PDAM Tirta Pakuan baru disampaikan pada tanggal 19 Nopember. Saya lalu mengajukan keluhan ke Dirut PDAM, namun sampai saat ini keluhan saya belum ditanggapi,” kata Agus.

Masih menurut Agus, kesal karena keluhan belum direspon, ia berinisiatif mendatangi tempat Kepala Bagian Pelayanan. “Tapi mereka tidak mau menemui saya dengan alasan yang berbelit. Staf bagian pelayanan bilang,  agar keluhan kenaikan tarif tertulis dan ditujukan ke dirut PDAM,” katanya lagi.

Setelah satu pekan, kata Agus lagi, datang empat orang petugas di bawah Kepala Subbag Pengawas, untuk melakukan pengecekan. Anehnya lagi, mereka bukannya meteran air yang dicek namun malah mengukur yang lain. “Mereka kok mengukur luas bangunan, kamar dan masuk rumah segala seprti orang mau bangunan rumah saja. Padahal, wewenang PDAM hanyasampai batas meteran air saja,” katanya heran.

Satu hal yang paling membuat dirinya  kesal, air Pam di tempat tinggalnya di Menteng Asri seringkali tidak mengalir. “Air hanya mengalir pada jam tertentu saja. Tidak pasti mengalirnya, kadang sore dan malam baru mengalir. Di atas jam delapan sering mati lagi. Tidak seperti dulu air mengalir setiap hari 24 jam,” imbuhnya.

Menurutnya, dampak dari air sering mati, konsumen sering kebobolan karena lupa mematikan hingga subuh baru ketahuan air masih mengalir terus. Ia berharap, konsumen jangan terus dikecewakan. “Kalau telat bayar pelanggan didenda. Kaau tidak bayar sama sekali dicabut. Manajemen PDAM perlu instropeksi dan toleransi kepada pelanggan, jangan hanya mencari untungnya saja,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Untung Kurniadi menjelaskan bahwa tarif PDAM Tirta Pakuan diatur dalam peraturan Walikota Bogor Nomor 21 Tahun 2012 tentang tarif PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Ada pun surat yang dikirim, Untung Berkilah, “Bukan kenaikan tarif melainkan adanya perubahan golongan tarif  yang didasarkan hasil survei dari sub-bagian pengawasan teknik.”

Mengenai surat keberatan, kata Untung Kurniadi,  pihaknya menindaklanjuti dengan mengirimkan pengawasan teknik untuk menyurvei ulang dengan cara mengecek kelas, jalan, lokasi rumah pelanggan dan menghitung luasan rumah pelanggan. “Hasil survei ulang dijadikan dasar pengenaan golongan tarif pelanggan. Dari sini akan dijawab mengenai keberatan tersebut apakah disetujui atau tidak,” jelasnya.

Terkait  keluhan air pelanggan lainnya yang  mengalir kecil pada jam tertentu. Untung Kurniadi menjelaskan bahwa daerah Menteng Asri yang  masuk zona 4, kini sedang dilakukan perbaikan sistem pengaliran.  Pada 2014, pekerjaan perbaikan sistem pengaliran tidak maksimal disebabkan alokasi penyertaan modal daerah kepada PDAM pada 2014 yang seharusnya diterima Januari 2014, baru dialokasikan Desember 2014. “Rencana pada 2015, PDAM akan membangun reservoir distribusi di zona 4 untuk mengantisipasi kontinuitas pengaliran 24 jam,” ucap Untung. (DF)