Warga Bogor Mengeluh Tarif Angkot Tidak Turun

Oleh :
Warga Bogor Mengeluh Tarif Angkot Tidak Turun

Walau pun Pemerintah telah menurunkan harga BBM sejak 1 Januari lalu, namun tarif angkutan umum di Kota Bogor  tidak mengalami penurunan. Sejumlah warga Bogor yang ditemui Trans Bogor, mengeluhkan sikap yang diambil sepihak oleh para supir angkot. “BBM sudah turun, mustinya tarif turun juga dong. Enak banget mereka,” kata Jayadi, warga Ciomas dengan raut wajah kesal. Jayadi meminta kepada Pemerintah Kota Bogor, untuk  segera melakukan tindakan. “Pemkot Bogor harus merevisi tarif,”ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Organda Kota Bogor Yadi Indra Mulyana, tidak turunnya tarif karena turunnya harga BBM tidak diiringi turunnya harga suku cadang dan setoran yang sudah naik.    "BBM sekarang ini turunnya cuma Rp900, jadi tidak banyak mempengaruhi untuk biaya produksi angkot," katanys memberi alasan.

     Yadi mengatakan, Organda sepenuhnya menyerahkan tarif angkot sesuai mekanisme pasar, karena selama ini walaupun tarif sudah ditetapkan, banyak penumpang yang membayar sekedarnya.

     Organda menaikkan tarif angkot pascakenaikan BBM yakni sebesar 40 persen. Tarif yang tadinya Rp2.500 untuk umum dan mahasiswa naik menjadi Rp3.500. Sedangkan untuk pelajar SD dan siswa SMP dari Rp1.500 menjadi Rp2.500.

     "Tarif yang sudah kita tetapkan masih menerapkan mekanisme pasar, seperti angkot jarak jauh trayek 03 Bubulak-Baranangsiang, harusnya Rp3.500, tetapi ada yang bayar Rp3.000," katanya.(DF/Ant)