Persediaan Obat di RS PMI Bogor Mulai Habis

Oleh :
Persediaan Obat di RS PMI Bogor Mulai Habis

Trans Bogor – Pasien di RS. PMI Bogor kebingungan untuk menebus obat. Hal ini dikarenakan persediaan obat-obatan  di  RS. PMI Bogor sudah mulai habis. Terutama pasien peserta BPJS, yang harusnya digratiskan, terpaksa mereka mengeluarkan uang lagi untuk membeli obat di apotik umum.

Habisnya persediaan obat-obat tersebut diumumkan  di kaca loket apotik. Ada sekitar 28 jenis yang dinyatakan habis mulai 16 januari 2014. Seorang petugas apotik mengatakan, untuk  obat BPJS memang sudah habis.

”Untuk pasien yang mau menebus obat,  kami hanya bisa memberi rekomendasi resep untuk  menebusnya di luar,” ujar Yudha, Humas PMI Bogor, saat dikonfirmasi Trans Bogor, kemarin.

Ia meneruskan, habisnya obat-obat tersebut juga dialami oleh pasien rawat inap. Kosongnya obat-obatan di RS. PMI Bogor dikarenakan kendala distribusi dari perusahaan farmasi yang telat mengirimkan obat-obatan ke RS. PMI.

“Obat untuk pasien rawat inap juga kosong,” kaya Yudha.

“Kami sudah pesan jauh hari. Tapi belum dikirim juga,” sebut Yudha. “Stok obat yang kosong masih sepuluh persen dari persediaan obat yang ada. Jadi masih aman,” imbuhnya.

Untuk pasien yang akan menebus obat  tapi persedian obat tidak ada, pihaknya akan memberikan obat sejenis, “Bila masih tidak ada juga, kami arahkan ke apotek Program Rujuk Balik (PRB) seperti apotek Kimia Farma,” jelasnya.

“Pasien tidak bayar, gratis. PRB merupakan program BPJS,” imbuhnya.

Namun hal yang terjadi di lapangan rupanya berbeda. Trans Bogor mendapati pasien yang berbanding terbalik. Ny. Yati (70) terpaksa  harus menebus obat jenis aspar ke apotik luar. Dirinya  sedang membutuhkan  obat  jenis aspar untuk pernyakit yang di derita.

“Saya beli diluar. sudah lama obat kosong. Saya butuh 30 butir untuk sebulan. Satu butir harganya 2000 perak,” kata Yati, saat dimintai keteranganya.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Yati yang notabene keadaan ekonominya kurang. Seharusnya ia sudah tidak lagi mengeluarkan uang untuk memperoleh obat yang dibutuhkan, karena memang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS.

 

 

 

Penulis : Dimas Fery

Editor : Arifin Al Jawi