Sekolah Alam Mulai Diminati Masyarakat

Oleh :
Sekolah Alam Mulai Diminati Masyarakat

Pendiri SACB : “Di sekolah alam ini, kami ingin merangsang  kreatifitas anak-anak. Mereka bisa mengembangkan diri sesuai dengan bakatnya masing-masing.”

Transbogor.co - Menjamurnya keberadaan sekolah alam membuktikan bahwa masyarakat menyadari pentingnya pendidikan yang terbaik bagi puta-putrinya. Pendidikan konvesional di sekolah umum, dimana anak didik ‘duduk manis’ dan guru menjelaskan di depan kelas dianggap sudah tidak menyenangkan.

“Sekolah alam menjadi sekolah alternative bagi mereka yang ingin mendapatkannya lebih,” kata Konsultan Pendidikan dari Sekolah Alam Bogor, Ery Mardiana kepada Transbogor.co, Sabtu (21/2/2015).

Ery menlanjutkan,  di sekolah konvesional, siswa hanya mendapatkan materi pelajaran yang standar. Di sekolah alam, orangtua  bisa berharap lebih.

“Di sekolah alam, tidak hanya pelajaran umum. Tapi juga mendapatkan pelajaran Agama dan untuk anak-anaknya yang superaktif, mereka sangat  terfasilitasi dibandingkan  dengan model sekolah konvesional yang hanya duduk diam,” jealsnya.

Lantaran menjadi sekolah alternatif, sekolah alam  banyak digemari. Akhirnya berlaku hukum pasar dimana sekolah alam terus bermunculan.

“Kami yang tergabung dalam Komunitas Sekolah Alam Bogor, menganggap itu merupakan sesuatu yang baik. Jika itu baik, biarkan saja. Semakin banyak semakin bagus,” tandasnya.

Namanya bisnis, kata Ery, pasti ada keuntungan. Hanya saja, corenya bisnis harus jelas.

“Sekolah itu bagusnya sosial bisnis bukan pure bisnis. Ada keuntungan wajar saja. Tinggal keuntungan itu untuk apa. Ada beberapa yang melakukan subsidi silang dengan membantu  yayasan yatim piatu,” terangnya.

Ia juga mengakui, namanya pendidikan sangat  wajar adanya subsidi silang. Mereka yang mampu, sangat wajar membayar lebih mahal.

“Orang mampu harus bisa mensubsidi yang tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Kebanyakan sekolah alam, mengutip uang masuk yang cukup tinggi. Namun bagi Ery, hal tersebut  bukan masalah mahal atau murah . “Tapi kepatutan. Sanggup tidak orangtua membayar lebih,” tandasnya.

Perkembangan yang bagus diperlihatkan dengan berdirinya sekolah alam yang semakin banyak di Bogor. Misalnya Sekolah Alam Ciomas Bogor (SACB) yang beralamat di Jalan Cikerti, Pondok Kencana Permai, Ciomas, Bogor. Usianya masih seumur jagung.  Tahun 2015 ini, mereka baru membuka angkatan  untuk kelas satu.

Menurut pendiri SACB, Jonih Rahmat, kepada Transbogor.co, mengatakan, didirikan SACB karena sekolah umum yang ada masih sangat konvesional. Materi dan metode belajar sekolah konvesional, seringkali membuat jenuh anak-anak untuk belajar.

“Di sekolah alam ini, kami ingin merangsang  kreatifitas anak-anak. Mereka bisa mengembangkan diri sesuai dengan bakatnya masing-masing,” kata Jonih.

SACB yang berdiri diatas lahan seluas 1,5 HA, kata Jonih, meski pun terbilang baru, namun berusaha untuk melengkapi segala fasilitas belajar-mengajar. “Kami banyak memanfaatkan apa yang ada di alam. Kami juga ada kelas, bentuknya kami buat seperti saung-saung. Anak-anak bisa jalan-jalan di alam bebas. Sehingga anak-anak merasa betah, bermain sambil belajar,” kata Jonih.

Lebih lanjut Jonih mengemukakan, sebelum mendirikan sekolah alam, ia bersama istrinya mengurusi anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Bersama beberapa donator lainnya, anak-anak tersebut di sekolahkan dari tingkat SD hingga SLTA.

“Kami juga mengusahakan mereka yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Jonih.

Untuk kelanjutan dari anak-anak yatim dan kaum dhuafa, maka terbesitlah  ide membuat sekolah alam.

” Mudah-mudahan sekolah yang kami dirikan ini diberkati oleh Allah dan bisa berkembang dan bisa membiayai anak-anak kurang mampu. Bila kami sudah tidak ada, masih ada yang meneruskannya,” pungkasnya dengan mata berbinar.