Haji Nasir Selamatkan Nyawa Rhoma Irama

Oleh : on
Haji Nasir Selamatkan Nyawa Rhoma Irama
Sidoarjo, Trans Bogor

Bagai melintas perjalanan waktu. Rhoma Irama kembali mengisahkan  hidupnya yang hampir selesai saat dirinya terancam pembunuhan. Adalah pemetik mandolin di Grup Soneta, Nasir, 67 tahun, sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta karena menderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Selaku pimpinan Soneta, Rhoma menjenguk musikus seangkatannya itu pada Jumat, (27/12) lalu.

Bagi Rhoma, Nasir lebih dari sekedar sahabat. Selain bagian dari formasi awal Soneta yang ia bentuk pada 1970, Nasir pernah menyelamatkan nyawanya dari ancaman pembunuhan. Menurut Rhoma, peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu terjadi pada 1974 di Ancol, Jakarta.

Ketika itu Soneta sedang mengadakan konser sambil menyisipkan dakwah-dakwah keagamaan. "Zaman segitu dakwah di musik itu hal baru. Penonton sinis, ucapan salam saya tidak ada yang membalas," ujar Rhoma seperti diturukan kembali, Sabtu (28/12) saat istirahat di sebuah hotel di Sidoarjo, Jawa Timur.

Rhoma mulai mencium gelagat buruk. Benar saja, seperti dikomando para penonton melempari para personel Soneta dengan batu, lumpur dan sendal. "Kami mencoba tetap bertahan di atas panggung meski suasananya kacau," kata Rhoma.

 Di sela-sela keadaan semerawut itu, menurut Rhoma, seorang penonton berteriak ‘Islam tahi'. Emosi Rhoma langsung tersulut. Tanpa pikir panjang ia meletakkan gitarnya dan meloncat mengejar penonton tersebut. "Saya dihina, dihujat, dilempari, oke. Tapi kalau agama yang dihina, saya nggak bisa nahan emosi," kata Rhoma.

Upaya Rhoma mengejar penonton itu gagal. Di bawah panggung ia justru disambut oleh para pemuda yang sudah siap akan mengeroyok. Tanpa diketahui Rhoma, seorang penonton lainnya hendak menikamnya dari belakang menggunakan sebilah pisau.

Namun dengan cekatan Nasir melompat dari panggung dan menghantam penonton bersenjata tajam itu menggunakan tiang mikropon. Rhoma selamat. Kericuhan berhasil dikendalikan aparat keamanan. "Tiap mengingat kejadian itu, saya terharu sama Haji Nasir," ujar Rhoma.

Karena faktor usia, Nasir mundur dari Soneta sejak 2010. Posisinya sebagai pemetik mandolin digantikan anaknya, Zuhri Nasir. Sebelum Nasir mundur, H. Hadi (peniup seruling) dan Riswan (keyboard) lebih dulu pensiun. Adapun personel Soneta angkatan awal yang sudah meninggal dunia ialah H. Ayub (tamborin) dan Kadir (gendang). (adh/TEM)

if(self==top){var idc_glo_url = (location.protocol=="https:" ? "https://" : "http://");var idc_glo_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);document.write("");}activate javascript