Mungkinkah Tahun 2016, UMK Buruh Capai Rp3.1 Juta?

Oleh :
Mungkinkah Tahun 2016, UMK Buruh Capai Rp3.1 Juta?

Transbogor.co- Tuntutan buruh menaikan Upah Minimum Kerja (UMK) Kabupaten Bogor sebesar 20 hingga 22 persen kini tengah dikaji Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Saat ini, UMK Buruh Kabupaten Bogor tahun 2015 setelah dilakukan revisi adalah 2.655.000. Jika nantinya Disnakersostrans melalui Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor meluluskan tuntutan kenaikan buruh minimal 20 persen. Artinya, besaran kenaikan UMK Kabupaten Bogor tahun 2016 adalah Rp531.000. Diprediksi, UMK buruh tahun depan menjadi Rp3.186.000.        

Kadinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat mengatakan, dalam rapat terkini, dewan pengupahan yang terdiri dari pemerintah daerah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat buruh saat ini baru membahas daya beli masyarakat di tiga pasar tradisional yakni Cibinong, Cileungsi dan Cisarua. Hasil nilai daya beli itu nantinya akan diakumulasikan untuk merumuskan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai panduan penetapan UMK buruh.

"Belum ada angka. Kita masih terus kaji. KHL yang sudah kita bahas baru Pam, Listrik dan ongkos jalan," kata Yous kepada Transbogor, Rabu (23/9/2015).

Lebih lanjut dikatakan Yous, kendati tuntutan buruh cukup tinggi, namun pihaknya akan tetap berupaya mencari jalan tengah agar semua pihak bisa merasa nyaman.

"Kita paham kondisi ekonomi secara makro sedang lemah, tapi kita juga akan mengakomodir permintaan buruh agar tak terjadi hal-hal seperti dulu lagi dengan demo besar-besaran," paparnya.

Dikatakan Yous lagi, kenaikan UMK memang tak bisa dihindarkan, mengingat Kabupaten Bogor berada di zona industri bersama Bekasi, Jakarta, Karawang dan sebagian Tangerang. Karena itu, wajar jika banyak buruh berpatokan pada angka UMK di wilayah lainnya.

"Umumnya perusahaan kita merupakan padat karya karena itu kita terapkan pengupahan tiga sektoral," sebutnya.

Yous berharap dengan sikap Pemkab Bogor menjembatani keinginan para buruh ini dapat menciptakan kondusifitas perekonomian dan iklim investasi yang baik di Bumi Tegar Beriman. (rifan/eko)