Setu Kemuning, Wisata Rakyat Bebas Biaya

Oleh :
Setu Kemuning, Wisata Rakyat Bebas Biaya

Transbogor.co- Berlokasi di Kampung Sudimampir, Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Setu Kemuning, jadi plihan rekreasi dengan biaya terjangkau. Murah, meriah dan nyaman, itu yang membuat banyak pengunjung merasa puas menghabiskan waktu berakhir pekan di tempat ini.      

Tak hanya mereka yang tinggal dikawasan itu, tapi juga sejumlah wisatawan domestik lainnya dari pelbagai daerah. Cukup mudah menjangkau lokasi ini. Dari statsiun Bojonggede, anda hanya naik angkutan kota satu kali dengan.nomor trayek 117. Biasanya mereka yang datang, hanya untuk ber-refreshing menghilangkan penat.

"Setu Kemuning memang jadi pilihan. Tak ada tarif untuk wisatawan. Paling hanya untuk naik bebek-bebekan yang memang dikelola oleh pemerintah desa," kata Kepala Desa Cimanggis, Abdul Aziz Anwar kepada Transbogor, Satu (17/10/2015).

Diakuinya, pads pertengahan tahun 90-an Setu Kemuning ini masih merupakan danau yang tak terurus, keberadaannya nyaris tak dihiraukan. Permukaan situ ini nyaris tertutup oleh gulma air. Tanaman semacam Eceng Gondok telah menutupi hampir seluruh permukaannya. Sama sekali tak ada sesuatu yang menarik perhatian di sini sehingga dari jalan yang terletak di pinggir danau. Tak ada satu orang pun yang sadar kalau di bawah gulma air itu ada danau cantik yang tersembunyi.

"Baru sekitar era 2000-an danau ini dibersihkan dan dilakukan pengerukan serta penataan, termasuk menurap tepiannya lebih rapi dan membuat tempat parkir kendaraan. Sejak itu Situ Kemuning mulai dikenal dan menjadi tempat yang cukup representatif untuk rekreasi. Pada hari-hari libur tempat ini lumayan ramai dikunjungi," tambah Kades.

Bagi mereka dengan kantong cekak rasanya tempat ini amat cocok sebagai sarana melepas lelah setelah seminggu bekerja keras. Selain tempatnya yang gampang dijangkau karena terletak persis di samping jalan raya Bojonggede ke arah Tonjong/Parung, tempat ini juga menyediakan sarana hiburan sehat berupa sepeda air berbentuk angsa yang bisa dipakai berkeliling danau dengan dikayuh sambil menikmati pemandangan alam sekitar danau yang indah.  Harganya pun terjangkau. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati aneka makanan tradisional disaung kedai makanan usaha warga dipinggiran Setu.

"Kalau pun masih ada yang kurang, itu adalah sarana jalan yang masih belubang sana-sini, juga akses jalan utama di sekitar stasiun Bojonggede yang semrawut dan macet. Selain itu tempat parkir di sini masih terlalu sempit, sehingga bila jumlah wisatawan membludak rasa-rasanya tak akan sanggup menampung lagi kendaraan yang hendak parkir," kata Mugi Imaning (19) warga Desa Waringin Jaya yang ditemui Transbogor saat berekreasi bersama kekasihnya. Saat ini, total luas danau yang semula sekitar 21 Ha kini telah menyusut menjadi hanya 16 Ha saja. Salah satu penyebabnya adalah kegiatan pengurugan sebagian danau yang dilakukan pengembang perumahan. (rifan/ek)