Soal Penyanderaan Jenasah Pasien Gakin, GMNI Desak Pemkot Tutup RS Vania

Oleh :
Soal Penyanderaan Jenasah Pasien Gakin, GMNI Desak Pemkot Tutup RS Vania

Transbogor.co- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bogor Raya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera mencabut izin Rumah Sakit (RS)  Vania. Organ gerakan mahasiswa ini menyebut kebijakan rumah sakit sangat tidak manusiawi karena telah menyandera jenasah pasien keluarga miskin, Abdul Majid (56), warga RT 01/ RW 08, Desa Sukamantri, Kecamatan tamansari, Kabupaten Bogor.  

“Secara tegas, secara lugas, kami GMNI Bogor Raya mengutuk keras aksi penyanderaan RS Vania selama 12 jam. Perbuatan jelas mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam UUD 45 dan Pancasila,” tukas Ketua GMNI, Desta Lesmana saat menggelar konfrensi pers di halaman Fakultas Hukum, Universitas Pakuan, Minggu (25/10/2015) petang.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI sebut Desta, juga minta agar Pemkot Bogor menutup RS Vania yang berlokasi di Jalan Suryakencana, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Menurut dia, penyanderaan jenasah pasien gakin sangat tidak bisa ditolerir.

“Jenasah pasien gakin saja sudah berani menyandera. Apalagi kalau pasien gakin, pasti bakalnya disandera juga. Ini adalah perilaku tidak profesional dan melanggar kode etik medis,” tandas Desta.

Jika Pemkot Bogor tidak juga bertindak memberikan sanksi kepada rumah sakit swasta yang mengabaikan nilai kemanusiaan, sambungnya, maka GMNI akan melakukan pengerahan massa menyegel RS Vania.

“Kita akan lakukan aksi demonstrasi menyegel RS Vania jika dalam waktu satu 2 x 1 minggu tidak ada tindakan apapun dari Pemkot Bogor,” tutupnya.

Sebagai informasi, hanya karena tidak berkemampuan membayar biaya tagihan rumah sakit hingga Rp35 juta lebih, jasad Abdul Majid yang meninggal saat Minggu (25/10/2015) pagi, disandera selama 12 jam oleh pihak RS Vania. Rumah sakit swasta yang diresmikan Walikota Bogor Bima Aria Sugiarto, 1 November 2014 lalu, itu bersikukuh menolak jenasah Abdul Majid (56) dibawa pulang keluarganya meski sudah diberikan Rp10 juta oleh adank mendiang Abdul Majid. Dalihnya, pihak keluarga, warga tidak mampu yang bertempat tinggal di RT 01/ RW 08, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, wajib melunasi terlebih dahulu administrasi pasien.

Namun, setelah belasan GMNI yang dipimpin Desta Lesmana menyampaikan protes, akhirnya Wakil Direktur RS Vania memberikan izin jenasah dibawa pulang pada pukul 17.30 WIB, pada hari yang sama. (sep/ek)