Jokowi Dinilai Plin Plan Soal Cawapres

Oleh :
Jokowi Dinilai Plin Plan Soal Cawapres

Jakarta, Trans Bogor,- Pengamat politik dan kebijakan publik Andrinof Chaniago menilai sosok Joko Widodo (Jokowi) plin plan dalam menentukan Wakil Presiden yang akan mendampinginya dalam Pilpres mendatang. Sampai saat ini cawapres masih berputar pada tiga nama. Mereka adalah Jusuf Kalla, Abraham Samad, dan Ryamizard Ryacudu.

"Nama keempat, Mahfud Md., kadang muncul, kadang tidak," kata Andrinof Minggu (11/5), seperti dilansir Tempo.

Walhasil, Andrinof menilai pernyataan Jokowi, sapaan Joko Widodo, yang menggambarkan ihwal proses pencarian wakil presiden yang mulai mengerucut tidaklah benar. Sebelumnya, saat hendak bertolak ke Manado, Jokowi menyebutkan calon wakilnya mengerucut pada dua nama, yakni Jusuf Kalla dan Abraham Samad. Sedangkan ketika berkunjung ke Makassar keesokan harinya, Jokowi menyebutkan cawapresnya bisa JK, Samad, atau tokoh lain.

"Jadi, menurut saya, Jokowi hanya tak lengkap bicara," kata Andrinof.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada tokoh lain yang masuk radar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Jokowi sebagai calon wakil presiden selain empat nama, yakni Jusuf Kalla, Abraham Samad, Ryamizard Ryacudu, dan Mahfud Md.

"Dari latar belakang militer pun tak ada nama baru selain Ryamizard."

Selama dua hari ini, Jokowi melakukan kunjungan dalam rangka pencalonannya ke Kota Manado, Sulawesi Utara, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Sesuai jadwal, Jokowi hendak bertemu sinode gereja dan para kiai di sana.

PKB Resmi Berkoalisi

Sementara itu, PKB akhirnya resmi mengumumkan mengusung capres PDIP Joko Widodo. Padahal partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini sebelumnya sudah memiliki dua capres yakni Mahfud MD dan Rhoma Irama.

Bagaimana nasib keduanya?

PKB sebenarnya memiliki satu nama capres lain yakni Jusuf Kalla (JK). Namun pria asal Makassar ini berada dalam posisi yang lebih menguntungkan ketimbang Rhoma dan Mahfud.

JK diisukan didukung PKB untuk menjadi cawapres Jokowi. Nasdem yang juga lebih dulu menyatakan berkoalisi dengan PDIP, juga dikabarkan mendukung Wapres RI ke-10 tersebut.

Di sisi lain, sejumlah elite PDIP di ring 1 Ketum Megawati Soekarnoputri mengungkap kabar mengejutkan Mahfud MD dicoret dari bursa cawapres Jokowi. Pernyataan Jokowi semakin menegaskan arah cawapresnya bukan orang Jawa, yang praktis mengubur mimpi Mahfud MD jadi cawapres.

"Kalau bisa jago hukum tapi paham ekonomi. Kalau saya dari mana? yaitu berarti dari luar," kata Jokowi Selasa (6/5) silam.

Sedangkan raja dangdut Rhoma Irama sudah terlebih dahulu kehilangan peluang. Rhoma Irama pun menyadari hal itu.

"Isu yang berkembang yang ditangkap masyarakat kan seperti itu, sehingga ulama itu menyatakan seperti itu, Rhoma hilang dari isu pencapresan," kata Rhoma.

Namun Rhoma juga pasrah kalaupun dirinya gagal nyapres maupun jadi cawapres.

 "Saya sangat siap untuk dicapreskan, diwapreskan dan siap untuk tak jadi apa-apa," kata Rhoma.

Namun dalam politik segala hal bisa terjadi. Apalagi Jokowi memastikan baru akan mengumumkan nama cawapresnya pekan depan. Capres PDIP itu berjanji akan membuka sosok cawapresnya antara tanggal 9-14 Mei 2014.

(adh/dtc)