Bima Tandatangani Deklarasi Stop Bullying

Oleh : on
Bima Tandatangani Deklarasi Stop Bullying
Transbogor.co- Maraknya kasus perundungan atau yang lazim disebut bullying di kalangan anak-anak maupun remaja menarik perhatian banyak pihak. Sebagai langkah mendukung aksi Stop Bullying, Walikota Bogor Bima Arya bersama para narasumber acara Talkshow Junior Chamber International (JCI) Bogor City menandatangani deklarasi Stop Perundungan (Bullying) Karena Bogor Kota Ramah Anak. Penandatanganan deklarasi dilakukan di Lippo Plaza Bogor.

Sebelum penandatanganan, Bima yang hadir sebagai keynote speaker mengungkapkan satu hal yang harus direnungi adalah tidak ada orang baik tanpa keluarga yang baik. "Agama merupakan pondasi yang kuat namun tanpa penyampaian yang tepat akan berdampak sebaliknya. Dari semua cara yang dilakukan, benteng utama dalam pembentukan anak adalah keluarga," tutur Bima dihadapan para peserta talkshow yang didominasi kaum ibu.

Bima menceritakan pengalamannya saat bersama pihak kepolisian dan TNI berhasil mengamankan 342 pelaku geng motor. "Mereka kedapatan membawa senjata tajam dan berencana mengadakan tawuran. PR kita sungguh luar biasa, para pelaku yang tertangkap mayoritas adalah usia pelajar. Dari tatapan mata mereka terlihat gairah hidupnya sudah hilang dan hatinya sudah berkarat jadi sulit untuk menerima nasehat yang baik," cetusnya.

PR yang ada, menurut Bima, bukan tidak mungkin bisa diselesaikan asal tahu pangkal permasalahannya. Salah satunya dengan mejangkau para orang tua yang anak-anaknya terjebak dalam posisi dimana mereka tidak mengerti apa arti cinta. "Pangkal penanganan permasalahan anak yang nakal adalah keluarga. Untuk itu membangun keluarga yang utuh menjadi PR kita bersama, mari rapatkan barisan agar keluarga di Kota Bogor dapat menemukan cinta dan menyalurkannya bagi anak-anaknya,” ajak Bima.

Pemerintah Kota Bogor melalui kerjasama dengan PKK dan BPMKB, sambungnya,  senantiasa memberikan edukasi bagi  warga akan pentingnya kebersamaan waktu antara anak dan orang tua. “Anak-anak adalah generasi penggenggam masa depan, mereka juga yang nantinya akan merawat kita saat tua nanti, karenanya marilah kita berpikir ke arah tersebut," tukas Bima.

Narasumber lain, dr. Yuniar dalam pemaparannya mencoba memberikan satu cara dalam mengatasi aksi bullying bagi anak-anak, yaitu dengan menghapus stigma yang ada di masyarakat. Menurut dr. Yuniar, remaja lebih condong mendengar apa kata teman dibanding apa kata orangtua. "Setiap anak berbeda-beda dan dibutuhkan pendekatan yang berbeda pula, itu mari sama-sama kita sentuh hati anak-anak dan para generasi muda agar muncul rasa  empati dalam diri mereka sehingga melahirkan rasa saling menyayangi dan menghargai," papar dr.Yuniar.

Sementara itu Vera Mitha Nia, Ketua Istri Tentara memandang kenakalan anak dan generasi muda disebabkan kurangnya pendidikan agama dalam keluarga dan kurangnya kegiatan di kalangan generasi muda. “Saat ini mereka tahunya gadget dan gadget. Untuk itu melalui Babimsa yang ada kami berusaha dan membantu memberikan ruang bagi para generasi muda khususnya untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya melalui kegiatan positif, membuat acara dan kegiatan bagi generasi muda dengan konsep yang dapat diterima mereka serta menyenangkan." pungkasnya.

Talkshow tersebut juga diisi narasumber lain yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan anak dan generasi muda. Diantaranya dr. Ira Savitri Tanjung (psikiater anak dan remaja RS Marzoeki Mahdi Bogor), dan Aisyah Wan Grannie (Lembaga Perlindungan Anak Kota Bogor).