SAWALA Ecovillage Ajak Masyarkat Kabupaten Bogor Peduli Lingkungan

Oleh :
SAWALA Ecovillage Ajak Masyarkat Kabupaten Bogor Peduli Lingkungan

Transbogor.co- Badan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak masyarakat Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, peduli lingkungan melalui kegiatan SAWALA Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Selasa (30/8/2016).

Kepala BPLHD Provinsi Jabar, Anang Sudana menjelaskan, persoalan lingkungan dan sampah merupakan persoalan seluruh masyarakat di Indonesia, berdasarkan analisis setiap orang mengeluarkan sampah minimal 0,8 kilogram. Jika sampah ini tidak dikelola dengan baik, maka kerusakan lingkungan maupun sungai terus bertambah.

“Untuk itu, dalam jangka pendek ini, saya berharap kader Ecovillage menjadi pelopor di dalam pengelolaan sampah di desa masing-masing dan memberikan edukasi mengenai dampak buruk dari pencemaran lingkungan terhadap kelangsungah hidup kita,” tegas Anang.

Kata dia, paling tidak masyarakat terbiasa untuk memilah sampah menjadi dua bagian, yakni sampah basah dan kering. Di mana, sampah basah dikeluarkan setiap hari, sementara sampah kering dikeluarkan sebulan hingga dua bulan, karena sampah kering tidak akan berbau maupun mengganggu kondisi rumah.

“Bahkan, jika sampah kering ini dikelola dengan baik, akan memberikan tambahan finasial, karena dapat dijual. Saya minta jangan biarkan kerusakan hutan ini bertambah, jaga alam dan kelola sampah dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kab. Bogor, Ade Munawaroh Yasin menerangkan, kegiatan Ecovillage ini memang seharusnya dilakukan sejak saat ini. Melihat kondisi lingkungan yang semakin buruk akibat ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungannya, terlebih Desa Batulayang merupakan kawasan puncak yang merupakan daerah wisata yang seharusnya di jaga dengan baik.

“Karena yang menikmati indahnya lingkungan ini tidak saja para wisatawan, tetapi warga masyarakat juga harus menikmati keindahan alam ini. Seharusnya, Kab. Bogor jadi yang terdepan karena wilayahnya itu pegunungan, puncak merupakan daerah wisata yang harus kita pelihara,” ungkap Ade.

Dikatakan Ade, jika sampah terus dibiarkan, maka sungai akan mengecil dan tentunya objek wisata alam akan hilang. Terlebih, Kab. Bogor merupakan daerah rawan bencana, jika ini tidak direspon dengan serius oleh seluruh masyarakat banjir, erosi dan longsor dapat mengancam seluruh masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Ecovillage ini, kami berharap melalui kegiatan ini antara Pemprov Jabar, Pemkab, DPRD Kab. Bogor, para pengusaha dan masyarakat bisa terus bersinergi. Kami DPRD pada dasarnya sangat mendukung kegiatan yang menyangkut alam, kebutuhan dasar masyarakat dan lingkungan,” imbuhnya. [Sas]