Sita 2.600 Tabung Gas Oplosan, Polda Metro Jaya Tetapkan 10 Tersangka

Oleh :
Sita 2.600 Tabung Gas Oplosan, Polda Metro Jaya Tetapkan 10 Tersangka

Transbogor.co- Sebanyak 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengoplosan tabung gas ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram dengan modus diisi air, di Hutan Karet, Kampung Cisauk, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (21/10/2016).

Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) membongkar praktek ilegal pengoplosan gas subsidi ukuran 3 kilogram di tengah hutan karet, di kawasan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/10/2016).

Di lokasi polisi menemukan puluhan orang yang sedang melakukan kegiatan penyuntikan gas secara ilegal. “Ada 24 orang yang kami amankan di lokasi,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendy F Kurniawan kepada wartawan, Rabu (19/10/2016) malam.

Dari hasil pemeriksan polisi akhirnya menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Sedangkan 14 orang yang sempat diamankan masih berstatus sebagai saksi.

“Dari proses penggrebekan tersebut kita amankan 24 orang. Kemudian, dari 24 orang tersebut, setelah proses pemeriksaan kita tetapkan statusnya 10 orang sebagai tersangka dan mulai kami lakukan penahanan mulai kemarin,” katanya.

Ke-10 tersangka tersebut yakni, AS ( pemilik dan pengelola), M alias TP,  AP, BD, SF, AL, MF, RCP, RS dan GDP. Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Hendy gas tabung tersebut diedarkan di wilayah Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Lanjut dia, dari hutan tersebut polisi menyita sebanyak 2.600 tabung gas berbagai ukuran (3 kg dan 12 dan 50 kg), 2 karung berisi selang gas berjumlah 152 buah, satu buah timbangan dan satu buah gancu.

Selain itu, polisi juga turut menyita 24 kendaraan jenis Suzuki Carry yang digunakan untuk mengangkut tabung gas. “Itu sudah diamankan ke Polda Metro Jaya. Kemudian, kami juga mengamankan 24 kendaraan pengangkut jenis Suzuki Carry. Kendaraan untuk angkut tabung ukuran 3 kg dan 12 kg,” kata dia.

Atas perbuatanya, kesepuluh tersangka dikenakan pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Undang-undang RI, Nomor. 8 Tahun 1999, tentang konsumen dan pasal 32 ayat (2) Jo pasal 30 Undang-undang RI, Nomor. 2 tahun 1981, tentang Metrology Legal serta pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Hendy menjabarkan kronologis penangkapan gas oplosan tersebut. Menurut dia lagi, kasus ini berawal dari terungkapnya kasus pembegalan mobil ekspedisi yang mengakur sepatu Adidas.

“Kami peroleh dari proses pengembangan kasus begal sepatu Adidas dari kendaraan ekspedisi. Kami kembangkan, lalu pada Rabu kami melakukan penangkapan. Tiga unit mobil Suzuki Carry berisi masing-masing 60 tabung gas berukuran 12 kg yang telah dioplos lalu kami amankan, di Polsek Cisaung,” kata Hendy.

Selain itu, sambung Hendy, pihaknya juga mendapatkan laporan masyarakat yang resah adanya dugaan peredaran tabung gas berisi air di wilayah Depok dan Jakarta Utara.

Kata Hendy lagi, setelah mengamankan tiga mobil yang mengangkut tabung gas ukuran 12 kg, polisi juga melakukan pengembangan ke kawasan hutan karet Cisauk, Rumpin di perbatasan antara Tangerang Selatan dan Bogor yang diduga dijadikan tempat pengoplosan tabung gas secara ilegal.

“Dari penangkapan tersebut kami kembangkan lokasi pengoplosannya berada di Desa Sukamulya, Kec. Rumpin, Kab. Bogor, jadi tepatnya berbatasan persis antara Cisauk dengan Bogor, tepatnya di hutan karet,” tukas Hendy.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana