Menepati Janji, Satpol PP Akhirnya Membongkar Ratusan Lapak PKL di Parung

  ©Sabastian | Transbogor.co
LULUH-LANTAK- Brakk..!!!, suara itulah yang terdengar saat moncong alat berat jenis eskavator yang digunakan petugas Satpol PP Kab. Bogor untuk meluluh-lantakan lapak milik PKL yang berdiri, di Jalan Raya Haji Mawi, Ds./Kec. Parung, Rabu (26/10/2016). Tindakan ini dilakukan karena keberadaan mereka mengganggu aktivitas masyarakat.

Transbogor.co- Janji Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membidik sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan, terutama di Jalan Raya Haji Mawi, Desa Parung, Kecamatan Parung, ditepati.

Rabu (26/10/2016), Tim Wibawa Praja yang dikomandoi Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Kabid Dalops) Kab. Bogor, Asnan, membongkar sekitar 350 lapak liar pedagang kaki lima (PKL) tersebut.

Menerjunkan ratusan anggota gabungan dari Satpol PP dan Unit Pol PP kecamatan serta unsur aparat TNI dan Polri, lapak liar PKL luluh-lantak dibongkar dengan menggunakan alat berat jenis eskavator.

“Ada sekitar 350 lapak PKL ini dibongkar, karena mengganggu aktivitas masyarakat. Selain berdiri diatas saluran drainase, lapak-lapak ini juga telah membuat kemacetan lantaran menggunakan badan jalan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan (Kabid Bina Riksa) Satpol PP Kab. Bogor, Agus Ridallah kepada wartawan di lokasi, Rabu (26/10/2016).

Sedangkan, Kabid Dalops, Asnan menambahkan, pasca pembongkaran ratusan lapak liar ini, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Parung agar ada relokasi terhadap para PKL tersebut.

“Kegiatan penertiban ini untuk memulihkan ketertiban umum. Mengembalikan fungsi drainase dan fungsi jalan. Kalau untuk tempat berdagang, kan sudah ada Pasar Parung,” ujar Asnan kepada Transbogor.co.

Dilain pihak, Kepala UPT Pasar Parung, Aldino Novianto mengaku, sejak awal berdiri, pihak Perusahaan Daerah Pasar Tohaga sudah mempersiapkan ratusan kios untuk menampung para PKL agar berdagang di dalam pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.

“Semua gratis. Kita minta para pedagang masuk saja dulu. Tadi sudah ada sekitar 80 pedagang yang mengajukan diri untuk mengisi kios-kios di Pasar Parung,” ujarnya.

Terpisah, Camat Parung, Daswara Sulanjana menegaskan, pemerintak kecamatan akan terus mendorong kinerja semua aparatur, baik Satpol PP dan UPT Pasar Parung. Menurut dia, di semua wilayah, terutama yang memiliki pasar-pasar, masalah PKL selalu menjadi masalah pelik yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh.

Itu sebab, lanjut Daswara, pihaknya akan melakukan pengawasan pasca pembongkaran agar tujuan relokasi pedagang dan penertiban berjalan maksimal. “intinya, menangani masalah seperti PKL butuh kerjasama semua pihak. Tentu penyelesaian agar menyeluruh dan tuntas,” ungkapnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.