KTR Berlaku, 20 Persen PAD Kabupaten Bogor Raib

  ©doc
ERWIN SURIANA

Transbogor.co- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor dipastikan pada tahun 2017 akan berkurang. Hal itu terjadi dampak akan berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor. 8 tahun 2016, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengatakan, berdasarkan hasil survey ke daerah lain yang sudah lebih dulu memberlakukan Perda KTR tersebut, pihaknya mendapatkan informasi ada potensi hilangnya PAD hingga 20 persen dari iklan-iklan rokok maupun sponsorship yang akan ditiadakan.

“Dampaknya akan terasa sekali. Sebab, event-event besar selalu melibatkan sponsor dari rokok. Soal PAD nanti pasti akan ada sumber pendapatan lain yang akan masuk ke daerah. Jadi, dampaknya tidak akan lama,” tegas Erwin kepada wartawan, Rabu (26/10/2016).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (Kabid P2PKL) Dinkes, dr. Kusnadi mengaku, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisai Perda KTR.

“Saat ini kami sudah memantau sejauh mana keefektifannya di SKPD-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Memang hasilnya belum maksimal, tapi setidaknya sudah ada peningkatan,” ujar dr. Kusnadi.

Soal masih banyaknya iklan rokok yang terpampang di jalan protokol sampai saat ini, Kusnadi menegaskan, iklan tersebut masih masuk dalam perjanjian kontrak dengan daerah. Tapi, jika kontrak sudah habis, maka tidak akan ada lagi perjanjian yang mengizinkan iklan rokok, atau sponsor event masuk ke Kab. Bogor.

“Kalau masih ada yang berani mengizinkan pemasangan iklan rokok akan kami tindak tegas. Dan untuk meminimalisir itu, kami juga membentuk Satgas (Satuan tugas) khusus untuk menertibkan para pelanggar dan diberi sanksi sebagaimana mestinya,” tukasnya.

Diketahui, Pemkab Bogro sudah menetapkan Perda, tentang KTR pada bulan Juni 2016 lalu. Payung hukum ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok, karena sudah sangat memprihatinkan.

Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menjelaskan, batasan untuk merokok akan mampu mengurangi asap rokok, serta memiliki jaminan untuk hidup lebih sehat dalam lingkungan yang sehat. Sebab, gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat asap rokok yang besar resikonya.

Seperti emfisema, kanker paru, bronkitis kronis, penyakit jantung koroner, peningkatan kolesterol darah, impotensi, keguguran bayi lahir mati dan berbagai penyakit lainnya. “Itu sebab, Perda tersebut dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok,” tambahnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.