Soal Infrastrutur Jalan, Keluhan Warga Ciderum Ditanggapi UPT-JJ Ciawi

  ©Dede Suhendar | transbogor.co
PERBAIKAN- Kondisi jalan digambar semula rusak berat dan sempat dikeluhkan warga Kp. Ciderum, Ds. Ciderum, Kec. Caringin, Kab. Bogor, kini kondisi jalan utama itu sedang dalam pengerjaan perbaikan oleh UPT-JJ Wilayah Ciawi, Kamis (27/10/2016).

Transbogor.co- Keluhan warga soal kerusakan jalan di Kampung Ciderum, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, akhirnya didengar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Infrastruk jalan yang sebelumnya terlihat rusak parah, kini terlihat sedang dalam pengerjaan perbaikan.

Melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPT-JJ) wilayah Ciawi, kepanjangan tangan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), jalan alternatif Ciderum-Citapen, Kecamatan Ciawi sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer itu kini dalam perawatan.

Kepala UPT-JJ Wilayah Ciawi, Kab. Bogor, Eko Sulistio mengatakan, perbaikan ruas Jalan Ciderum-Citapen yang menjadi akses utama warga, dan juga sebagai jalur alternative menjadi skala prioritas.

Terlebih, lanjut dia, ruas jalan tersebut kondisi fisiknya sudah rusak berat, dan harus segera dilakukan perbaikan dengan menambal sulam titik-titik yang berlubang. “Hari ini (Kamis- red) sudah mulai dilakukan perbaikan,” ujar Eko saat dihubungi, Kamis (27/10/2016).

Menurut dia, perbaikan jalan alternatif yang masuk ke ruas Kab. Bogor itu baru bisa dilakukan pengerjaannya sekarang. Mengingat, anggaran perbaikan jalan tersebut baru bisa diserap. “Kan anggarannya baru cair. Makanya, langsung ada kegiatan perbaikan lagi,” terangnya.

Eko mengungkapkan, untuk pelaksanaan perbaikan tambal sulam yang dikerjakan pihaknya setiap tahun dimulai dari ruas wilayah perbatasan, atau ujung, seperti Kecamatan Cisarua, di Desa Tugu Selatan dan Caringin, persisnya di Desa Pasir Buncir.

“Tapi, kalau ada ruas jalan yang volume kerusakannya parah, atau masuk kategori berat, seperti di Jalan Ciderum ini tentunya menjadi skala prioritas,” ungkapnya.

MENGAKU GERAM

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kab. Bogor, Wawan Hikal Kurdi mengaku geram dengan tiga penyedia jasa yang mengerjakan proyek pelebaran jalan Kelurahan Cisarua-Batulayang, Jambu Luwuk-Sukamanah, dan ruas jalan Citapen- Ciderum yang pengerjaan fisiknya baru di bawah 10 persen, meski habis kontraknya jatuh di tanggal 25 Oktober 2016 lalu.

“Dinas Bina Marga dan Pengairan harus segera mengambil tindakan, dan menyelidiki keterlambatan pekerjaan ini, kalau sampai akhir tahun tidak selesai, ketiga penyedia jasa tersebut sudah jangan dipakai lagi alias di-blacklist,” tandasnya.

 

Reporter: Dede Suhendar

Editor     : Sabastian

.