Tim Saber Pungli Obrak-Abrik Kantor Imigrasi Bogor, Tidak Menemukan Pelanggaran

  ©Sabastian | Transbogor.co
MENGGELEDAH- Anggota Tim Saber Pungli dari Kanwil Imigrasi Jabar menggeledah berkas dan laci pegawai saat melakukan sidak di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, di Jl. Jend Ahmad Yani, No. 56, Kel./Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (4/11/2016).

Transbogor.co- Suasana pelayanan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Bogor, seketika tegang ketika sejumlah orang dari Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dari Kantor Wilayah (Kanwil) Imigrasi Jawa Barat, mendatangi kantor yang terletak di Jalan Jend Ahmad Yani, No.56, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (4/11/2016).

Yang membuat petugas dan para pengurus pasport kaget, Tim Saber Pungli langsung memeriksa setiap ruangan karyawan Kanim, mulai dari lantai satu hingga dua. Bahkan, laci-laci pegawai juga dibuka satu persatu, untuk mencari barang bukti dugaan hasil pungli. Namun, setelah dilakukan ‘penggeledahan’ selama dua jam petugas tidak menemukan bentuk maupun pelanggaran kegiatan pungli.

Tim yang dipimpin Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Imigrasi Jabar, Sukma Murni Sinulingga mengatakan, hari ini inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan ke Kanim Kelas II Bogor. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh.

Selain memeriksa seluruh laci-laci petugas, semua pelayanan disisir untuk mencari pelanggaran atau kegiatan pungli. Pihaknya juga melakukan wawancara kepada para pemohon paspor terkait pelayanan di Kanim Kelas II Bogor.

“Kita juga melakukan tanya jawab ke pemohon. Jadi pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh, baik kepada pegawai, meja dan laci kerja,” ujar Sukma yang didampingi Kepala Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan (P2L) Kanwil Imigrasi Jabar, Hendro Tri Prasetyo.

Lanjut Sukma, saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan bukti-bukti pelanggaran. Namun, Sukma menghimbau agar masyarakat tidak memancing petugas untuk melakukan tindakan tidak terpuji. Petugas Kanim juga harus menjalankan tugasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Saat ini semua sistem pelayanan di Kanim sudah online, jadi tidak ada beredar uang dalam pelayanan. Intinya, kami minta kepada seluruh petugas (Imigrasi) bekerja sesuai SOP dan Tupoksi (tugas pokok dan fungsinya). Warga juga jangan mencoba menjebak petugas untuk melakukan pungli,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kanim Kelas II Bogor, Herman Lukman membenarkan ada sidak dari Tim Ditjen Imigrasi Jabar sehingga semua pegawai merasa kaget. Sebab, tim Saber begitu datang langsung melakukan penyisiran dan memerika semua bagian-bagian, terutama di bagian pelayanan.

“Semua tempat pelayanan maupun laci-laci di kantor diperiksa, namun tidak ada temuan apapun. Bahkan, saat berdialog dengan masyarakat  pemohon tim mendapatkan informasi bahwa tidak kegiatan pungli,” tegasnya.

Lukman Herman mengungkapkan, pelayanan di kantor (Imigrasi) ini sudah semuanya online. “Jadi tidak bersentuhan dengan uang langsung. Kalau ada petugas yang melakukan pungli, itu resiko sendiri dan tindakan tegas diberikan kepada pegawai tersebut sesuai peraturan yang ada,” tukasnya.

Kanim Bogor juga menambahkan, pihaknya selalu rutin memantu dan mengawasi seluruh aktivitas pelayanan di Imigrasi. Salah satu bentuk pengawasan dan pemantuannya dengan memasang sejumlah kamera pengintai Closed Circuit Television (CCTV).

“Jadi di setiap sudut bagian pelayanan semuanya dipasangi kamera CCTV, dan setiap saat dipantau sehingga aktivitas apapun yang terjadi selalu diawasi, termasuk diluar ruangan juga dipasangi CCTV. Kita juga menghimbau agar seluruh pegawai tidak melakukan pelanggaran SOP maupun tupoksi,” tandasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.