Memamerkan Potensi Wilayah, Bupati Gelar “Karpet Merah” Bagi Investor

  ©Diskominfo for Transbogor.co
KUNJUNGI STAND- Bupati Hj. Nurhayanti mengunjunjungi salah satu stand pada acara Bogor Investment Expo 2016, di Gedung Menara Mandiri Assembely Hall Lantai 9, Jl. Jendral Sudirman, Kav. 54-55, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).

Transbogor.co- Bupati Hj. Nurhayanti memamerkan potensi-potensi wilayah Kabupaten Bogor kepada para investor dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan investasi di Bumi Tegar Beriman.

Hal itu dilakukan pada acara Bogor Investment Expo 2016 di Gedung Menara Mandiri Assembely Hall Lantai 9, Jalan Jendral Sudirman, Kav. 54-55, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016). Tampak para investor luar negeri dari Turki dan Korea dan sejumlah perusahaan dalam negeri pun hadir.

Bupati Nurhayanti mengatakan, bahwa aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor tidak terlepas dari pengaruh aktivitas kota lainnya di Jabodetabek sebagai wilayah metropolitan, tingkat mobilitas penduduk Kabupaten Bogor mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi sejalan dengan peningkatan pendapatan.

“Kabupaten memiliki 3.723 trayek di dalam dan ke luar dengan 6.797 unit dan angkutan, 10.533 unit Bus angkutan umum pada saat Pemkab Bogor dalam memberikan pelayanan di bidang transportasi dengan menyediakan Transit Oriented Development (TOD).

"TOD ditempatkan pada jaringan utama angkutan massal dengan pengembangan kawasan TOD meliputi kawasan pusat komersial, area hunian, taman, plaza, bangunan publik, sistem transit, sistem jalan dan sirkulasi, kebutuhan parkir serta jalur pejalan kaki dengan strategi mengintegrasikan sistem perencanaan transportasi dan pengembangan kawasan unggulan yang akan memicu pertumbuhan kawasan sekitar,” ujarnya.

MEMBANGUN POROS TENGAH TIMUR

Nurhayanti pun menawarkan membangun Poros Tengah Timur (PTT) sebagai alternatif mengurangi kemacetan Puncak, pembangunannya direncanakan dibagi dalam dua segmen, pertama adalah Sentul-Istana Cipanas sepanjang 35,7 kilometer (Km).

Segmen kedua Sukamakmur-Cariu-Karawang sepanjang 20,55 Km, sehingga keseluruhan sepanjang 56,25 Km, dan masih banyak bisa dikembangkan di wilayah Timur Kabupaten Bogor yaitu, agrowisata resort, cottage dan area komersial lainnya.

“Pembangunan PTT dilaksanakan antara masyarakat, pengusaha, dan pemerintah. Masyarakat dan pengusaha menyediakan lahan, sedangkan pemerintah melaksanakan pembangunan konstruksi,” katanya.

Masih di wilayah timur, lanjut Nurhayanti, kedepan berencana membangunan Kawasan Taman Wisata Terpadu (TWT) di Kecamatan Tanjungsari. Menurut hasil studi kelayakan TWT, bahwa rencana ini merupakan alternatif berinvestasi bagi para investor di sektor pariwisata.

Pemkab Bogor menyediakan lahan 95 hektare (Ha) di kawasan yang masih alami terdapat hutan, aliran Sungai Cibeet, Curug Nyalindung dan Cilose.

“Aliran air Sungai Cibeet yang indah, Curug Nyalindung dan Cilose yang menimbulkan bunyi angin mengiringi hewan liar dan angin hutan serta rusa yang menjadi icon wisata terpadu Tanjungsari,” urai Nurhayanti.

Untuk wilayah sektor pariwisata di wilayah barat Kabupaten Bogor, Nurhayanti melanjutkan, kepada para investor akan mengembangkan Kampung Wisata Agrobisnis Tegal Waru, Kecamatan Ciampea.

“Kampung wisata ini merupakan kawasan perdesaan yang memiliki potensi sumber daya landskap dan potensi wisata seperti keragaman topografi, hidrologi, flora dan fauna, serta kegiatan bisnis usaha mikro-kecil,” imbuhnya.

PAMERKAN STADION PAKANSARI

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor pun memamerkan Stadion Pakansari yang dapat menjadi area potensial bagi investor untuk pembangujnan sarana dan prasaran pendukung di sekitar stadion, berupa apartemen, hotel, fasilitas olahraga lainnya, seperti pertokoan.

Kabupaten Bogor pun merancang pembangunan Kota Cibinong melalui penataan Situ sebagai Ikon Kota yakni, pengembangan Situ Front City, karena potensi Situ yang menjadikan jati diri kota, atau City Branding dan yang membedakan Cibinong dengan daerahnya lainnya.

Terakhir, kepada para investor yang hadir, bupati berkomitmen memberikan keamanan berinvestasi, memberikan kemudahan berusaha dengan pelayanan perizinan online, dan kemudahan informasi potensi investasi melalui layanan simposi.

“Pada kesempatan ini saya tegaskan menggelar karpet merah dan mengajak para investos untuk berinvestasi di Bumi Tegar Beriman, karena Kabupaten Bogor merupakan pilihan yang tepat untuk berinvestasi yang akan mendorong pertumbuhan usaha,” tandasnya.

Bogor Investment Expo 2016 tersebut pun dihadiri Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Dr. Ely Adriani Sinaga, M.Sc, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM-RI, Husen Maulana, Kepala BPMPT Jawa Barat, Dr. Dadang Muhammad, Key Note Speaker, Anggito Ambimanyu, dan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Yani Yasan.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.