Gara-gara Duit Ceban, Pegawai DLLAJ Kota Bogor Terancam Dipecat

  Â©Istimewa
DIPERIKSA- Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Condro Sasongko (kiri) memeriksa langsung sopir GU, yang diduga penyuap pegawai DLLAJ, SU, di ruang kerja Sat-Reskrim, Jl. KS. Tubun, Kel. Cibuluh, Kec. Bogor Utara, Kamis (10/11/2016).

Transbogor.co- Gerakan pemberantasan pungutan ilegal alias pungli di wilayah Kota Bogor harus dilakukan Tim Sapu Bersih (Saber) Kepolisian Resor (Polres) Bogor Kota.

Buktinya, Kamis (10/11/2016) pagi, sekira pukul 06:00 WIB, Tim Saber Pungli berhasil mengamakan dua orang karena tertangkap operasi tangkap tangan (OTT). Salah satu di antaranya merupakan petugas aktif Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor dan satu orang sopir truk.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bogor Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Condro Sasongko membenarkan Tim Saber pungli mengamankan dua orang diduga pelaku yang berhubungan dengan pungli.

OTT terhadap kedua orang pelaku itu dilakukan, pada Kamis (10/11/2016) sekira pukul 06:00 WIB, di Pos DLLAJ Bubulak, Jalan Raya Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat. “Kita telah mengamankan kedua orang yang diduga telah menerima dan pemberi suap,” ungkap AKP, Condro.

AKP Condro menjelaskan, dua orang yang ditangkap itu berinisial SU yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas di DLLAJ Kota Bogor, dan diduga sebagai pelaku pungli atau penerima suap.

Satu orang pelaku lain, berinisial GU seorang sopir truk asal Tangerang. “Petugas mengamankan kedua orang tersebut sesaat setelah pengemudi truk Colt Diesel box atas nama GU menyerahkan uang sebesar 10 ribu alias ceban kepada petugas DLLAJ, SU, yang saat itu sedang berada di dalam pos,” jelasnya.

Saat ini kedua orang pelaku diamankan di Polres Bogor Kota, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, berikut barang bukti yang disita yakni uang Rp10 ribu.

“Kita masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini guna mencari tahu apakah yang bersangkutan itu masuk kategori pemerasan, pungli, atau tindak pidana lainnya,” tandas Condro.

Terpisah, Wali Kota Bima Arya Sugiarto menyikapi hal itu mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Karena, sampai saat ini belum diketahui motifnya seperti apa. “Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya secara hukum,” ujarnya.

Ditanya, apakah PNS tersebut akan dipecat atau diberhentikan, Bima menegaskan, bahwa semuanya ada proses dan aturannya. Tentunya, jika memang terbukti bersalah, maka konsekuensinya bisa diberhentikan secara tidak hormat. “Semua ada aturan aturannya. Jadi kita lihat dulu, apakah PNS itu bersalah dalam kasus tersebut,” tukasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.