Gila..!! Ada Oknum Kades di Bogor Timur Hiburan Pakai ADD

  Ā©ilustrasi

Transbogor.co- Dunia malam perkotaan memiliki magnet kuat bagi kaum ada, tak terkecuali mereka para pemangku jabatan. Salah satunya para kepala desa (Kades), di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Menurut informasi yang diterima Transbogor.co, mereka tidak hanya lobi-lobi soal urusan proyek. Terbaru, para oknum pamong desa tersebut kerap memanfaatkan momen refreshing dengan hiburan malam dan ditemani wanita.

Bahkan, tidak sedikit mereka ke luar mencari tempat hiburan malam (THM) di wilayah perkotaan, seperti di bilangan Cibubur, Jakarta Timur, yang menjadi langganan kongkow kades.

“Kades-kades sering ke sini, tapi biasanya kalo ngadain pesta setiap tiga bulan sekali. Kades dari Bogor tuh royal-royal. Satu malam bisa mencapai puluhan juta rupiah billnya,” ujar Resti (bukan nama sebenarnya- red), salah satu pemandu lagu THM di bilangan Jalan Alternatif Cibubur.

Ia juga mengaku langganan salah satu oknum kades di Kecamatan Sukamakmur.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bogor Timur, Eko Bagus Murianto, tak menampik hal tersebut. Menurut dia, ada momen tersendiri bagi oknum kades ke luar dan menikmati hiburan malam.

Apalagi, jelas Eko, setiap alokasi dana desa (ADD) cair dan rapat, sejumlah kades biasa mencari hiburan. “Iya, rata-rata semua kades hiburan, tak hanya kades dari wilayah Sukamakmur, hampir semua kades di Kabupaten Bogor sama, tergantung masing-masing orangnya sih, biasa kalau pas rapat dan ADD cair, kita sedikit melemaskan otot,” tukasnya.

Eko tidak memungkiri, para kades yang biasa hiburan di THM akan menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah yang diduga diambil dari ADD, dan dipakai untuk membeli minuman keras (miras) dan menggunakan wanita pemandu lagu atau PL. “Biasanya kita beli miras tiga botol dan satu PL masing-masing kades, ya paling habis sekitar 17 jutaan-lah satu malam,” tukasnya.

Sebelumnya, kabar tak sedap menimpa sejumlah kades se-Kecamatan Ciawi. ADD disisihkan untuk nongkrong di THM. Beberapa oknum kades rela menghambur-hamburkan uang rakyat demi seorang PL tempat karaoke.

Bahkan, beberapa di antaranya menjadi langganan pamong desa. “Banyaknya kades dari Ciawi. Tap, kalau pesta, biasanya setiap tiga bulan sekali,” ujar Ayu (23), salah satu PL THM, di bilangan Jalan Raya Cisarua kepada wartawan.

Hal senada dikatakan Irma (23) PL lainnya. Wanita berambut ikal ini mengatakan, di tempatnya bekerja rata-rata menjadi pelanggan tetap para kades. “Banyak di sini. Hampir semua punya cem-ceman dari mereka,” tuturnya.

 

Reporter: Azis

Editor      : Sabastian

.