Pendapatan Pemulung dan Pengusaha Sampah di Parung Dengdek Turun Drastis

  
MENYORTIR- Pemulung sedang menyortir hasil memulung di Tempat Pembuangan Sampah, Kp. Parung Dengdek, RT 02/RW 10, Ds. Wanaherang, Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor, Kamis (17/11/2016). Mereka meradang, karena harga jual plastik turun akibatkan cuaca hujan. (AZIS MAULANA | Transbogor.co)

Transbogor.co- Musim hujan seperti sekarang ini, ternyata tidak hanya berdampak terhadap penjual makanan yang kewalahan akibat dari harga komoditas sayuran dan cabai naik.

Sejumlah pemulung dan pengusaha pengumpul sampah di Kabupaten Bogor juga mengeluhkan penurunan pendapatan mereka sejak belakangan yang antara lain disebabkan turunnya harga jual plastik bekas.

Seperti yang dirasakan pemulung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di Kampung Parung Dengdek, RT 02/RW 10, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ketika ditemui Transbogor.co, di lokasi, Kamis (17/11/2016), mereka rata-rata mengeluh turunnya harga jual plastik sisa produksi pabrik yang berada di TPS tersebut diakibatkan intensitas hujan cukup tinggi.

Hal itu dirasakan, pengusaha pengumpul sampah, Acep (50). Pemilik lapak yang sekaligus Ketua Rukun Warga (RW)-10, Ds. Wanaherang, Kec. Gunung Putri mengaku mengalami kerugian, karena harga sampah botol plastik yang semula dihargai Rp1.800 per-kilogram, kini turun menjadi Rp1.500 per-kg-nya.

Hal tersebut berdampak pada pemulung yang biasa menjual hasil dagangannya. “Iya, penghasilan saya menurun lantaran sampah plastik yang dikumpulkan para pemulung banyak yang terisi air, jadi harganya turun, soalnya dari timbangan akan naik, karena air tersebut,” jelasnya.

Hal senada dikeluhkan pemulung, Indra (28) yang sehari-hari menjadi pemulung di TPS tersebut. Dia mengeluhkan soal harga yang turun, biasanya per-hari mendapat Rp100 ribu dari hasil penjualan.

Namun sekarang, menjadi Rp80 ribu, karena plastik dari hasil memulungnya hanya dihargai Rp1.000 per-kg-nya. “Jelas menurun, biasanya 1.200 rupiah per kg, sekarang cuma 1.000 rupiah saja per-kg-nya,” tukasnya.

 

Reporter: Azis Maulana

Editor     : Sabastian

.