Senator Mengutuk Keras Aksi Bom Samarinda

  
SAMPAIKAN RESES- DPD RI ketika melaksanakan Sidang Paripurna ke-4 masa Sidang II Tahun 2016-2017 seusai menjalani masa reses. Sidang, pada Kamis (17/11/2016) merupakan agenda laporan kegiatan anggota DPD di Daerah pemilihan (Dapil) di 33 provinsi. (Kabar Senator for Transbogor.co)

Transbogor.co- Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI menghimbau segenap bangsa Indonesia, tetap menjaga komitmen dalam kebhinekaan, menjaga keberagaman, dan stabilitas daerah untuk menjaga dari disintegrasi bangsa.

Para Senator juga mengutuk keras aksi bom, di depan Gereja Oikumene, di Samarinda, Kalimantan Timur yang menyebabkan 1 orang meninggal, dan 3 lainnya luka bakar parah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD-RI, Farouk Muhammad saat memimpin Sidang Paripurna ke-4 masa Sidang II Tahun 2016-2017, di Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).

“Gangguan dan ancaman terhadap disintegrasi bangsa tidak boleh dikesampingkan, kami mengutuk keras aksi pemboman di Gereja Oikumene Samarinda, pada Minggu (13/11/2016) WITA, kita semua perlu komitmen dalam menjaga kebhinekaan dan keberagaman menjadi satu kekuatan, dan bisa meredam konflik,” tegas Farouk.

Senada dengan itu, Senator Bengkulu, Ahmad Kanedy dalam laporan resesnya menyatakan, bahwa Bengkulu siap menjadi percontohan dan duta dalam membantu menjaga daerah dalam menciptakan suasana kondusif.

“Provinsi Bengkulu siap menjadi duta dalam menjaga suasana kondusif daerah. Karena dapat menjaga iklim investasi, dan juga percepatan pemerataan pembangunan daerah,” kata Kanedy.

Selain itu, Farouk juga menyatakan, bahwa Indonesia juga perlu memperhatikan dampak dari pemilihan Presiden Amerika Serikat, pada Rabu (9/11/2016) lalu, terhadap sektor perekonomian dan perdagangan dalam negeri, karena pondasi ekonomi Indonesia, terutama di daerah masih rentan terhadap pengaruh ekonomi global.

“Perekonomian nasional saat ini sudah menjadi market potensial bagi negara lain, kita harus bisa menjaga iklim investasi dengan negara lain, selain itu pemerintah harus bisa mendesak pelaku bisnis asing untuk menggunakan tenaga kerja Indonesia dalam melakukan ekspansi bisnisnya di Indonesia,” tukasnya.

Informasi yang diperoleh, sidang paripurna itu selain menerima laporan hasil reses anggota DPD RI, Farouk Muhammad juga memaparkan rencana dan progres alat kelengkapan DPD pada masa sidang yaitu, Komite I DPD akan segera melaksanakan tahap pengawasan Pilkada Serentak 2017, dan ikut serta dalam pembahasan RUU penyelenggaraan Pemilu dengan DPR dan pemerintah.

Komite II, RUU varietas tanaman untuk pembangunan berbasis lingkungan, pembangunan yang masif dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Komite III, RUU Kewirausahaan Nasional untuk meningkatkan stimulus ekonomi dan sejalan dengan paket kebijakan ekonomi pemerinah.

Sedangkan Komite IV, akan memberikan pertimbangan terhadap Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2016 bekerjasama dengan Badan Akuntabilitas Publik (BAP).

 

Editor: Sabastian

.