Radio Tegar Beriman Raih KPID Award Jabar 2016

  

Transbogor.co- Program Berita Bogor Hari Ini (BHI) pada Radio Tegar Beriman Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfp) Kabupaten Bogor, terpilih sebagai Program Berita Daerah Terbaik se-Jawa Barat pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar ke-9 tahun 2016 yang diselenggarakan, di Hotel Panghegar, Kota Bandung, (19/11/2016).

Program BHI yang dikemas apik untuk Radio Tegar Beriman (RTB) 95,3 FM dan juga hadir di TV Tegar Beriman ini berhasil lolos menyisihkan nominator lainnya yakni, Cirebon Radio, LPPL Purbasora Tasik, Fajri Bandung FM, PR Bandung dan MQFM Bandung.

BHI merupakan program siaran berita daerah, di Radio Tegar Beriman (RTV) 95,3 FM, mulai diudarakan lebih fresh, pada 1 Januari 2016. Di mana, BHI merupakan sebuah program yang menggabungkan sajian informasi, berita dan wawancara langsung dengan nara sumber yang menyajikan berita peristiwa hasil liputan jurnalis Radio dan TV Tegar Beriman untuk dipersembahkan kepada pendengar dan pemirsa pada semua segmen.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Wawan Munawar Sidik berharap, raihan prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkreasi, berinovasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas siaran dan menggerakan seluruh potensi lokal yang ada.

“Penghargaan ini sebetulnya bukan tujuan, tujuan utama kami adalah, bisa memberikan pelayanan informasi terbaik kepada seluruh masyarakat Bumi Tegar Beriman khususnya. Dengan menjadi yang terbaik kami tidak puas sampai di sini, tetapi menjadi tugas besar untuk mempertahankan prestasi dan terus meningkatkan prestasi yang lebih baik,” ujarnya, Senin (21/11/2016).

KPID Jabar Award 2016 ke-9 ini terdapat 183 karya yang diikuti 80 lembaga penyiaran, terdiri dari 58 peserta lembaga penyiaran radio (49 radio swasta dan 9 radio komunitas), serta 22 lembaga penyiaran tv yang terdiri dari 14 tv lokal dan 8 tv SSJ.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap lembaga penyiaran radio dan televisi di Jabar yang telah berusaha menyuguhkan siaran yang menghibur secara sehat, mendidik, mengandung informasi bermanfaat bagi pemirsa (tv), ataupun pendengar (radio), serta menjadi media kontrol dan perekat sosial.

“Sesuai UU penyiaran, tugas kami mengawasi kesehatan penyiaran. Untuk itu kami menuntut para insan penyiaran agar keseluruhannya membuat program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga, manfaat hiburan dan edukasi dapat diperoleh secara seimbang. Selain itu, kami minta para lembaga penyiaran untuk tidak mengejar ‘rating’ atau banyaknya penonton atau pendengar saja. Akan tetapi di luar itu, komitmen moralitas adalah yang utama,” terang gubernur.

Kata dia, saat ini pengaruh penyebarluasan informasi melalui penyiaran sangat besar, terutama dalam membentuk karakter bangsa. Karena itu, manajemen penyiaran harus diprioritaskan untuk membangun karakter bangsa.

Dengan menyajikan berbagai program ciri khas wilayah masing-masing, sehingga kelokalan menjadi budaya atau kebiasaan masyarakat. “Kita tampilkan yang benar dengan cara menarik, itulah tugas lembaga - lembaga penyiaran saat ini,” bebernya.

 Sementara itu, Ketua KPID Jabar, Dedeh Fardiah menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan, pengawasan isi siaran, dan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait penyiaran dengan sebaik-baiknya.

Salah satunya lewat “Gemas Pedas” (Gerakan Masyarakat Jabar Mendorong Penyiaran Sehat Pemirsa Cerdas). “Untuk itu kami berharap melalui kegiatan ini terbangun sinergitas antar lembaga penyiaran yang tersebar di 27 kabupaten/kota agar senantiasa menghadirkan suguhan yang sehat, ramah anak, dan inovatif,” ujar Dedeh.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mahi M. Hikmat mengatakan, sesuai tema KPID Jabar Award ke-9 tahun 2016 “Mendorong Insan Penyiaran yang Nyeni, Nyakola, Nyunda, Narigama”.

Hal tersebut berarti KPID Jabar memiliki obesesi agar program acara yang ditayangkan lembaga penyiaran hari ini, esok dan seterusnya, memiliki nilai estetika yang luhur, nilai seni yang bisa menghibur secara sehat. Nyakola, berati program acara yang ada di lembaga penyiaran, mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, ada nilai yang memberikan pendidikan kepada warga Jabar.

Nyunda, dalam arti yang luas adalah lembaga penyiaran tak ragu untuk menyoroti berbagai entitas budaya lokal yang ada di Jabar Barat. Narigama, mengandung arti bahwa semua program acara yang ada di Jabar, harus sesuai dengan karakteristik masyarakat Jabar yang religius, yang punya nolai-nilai keagamaan yang luar biasa.

“Terkait penghargaan, bahwa penilaian dilakukan dewan juri yang independen, objektif, adil, free of interest, bertanggung jawab, dan professional,” imbuhnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.