Parah, Ada Oknum Kecamatan Jual Pohon

  
DIDUGA DIJUAL- Pepohonan di areal perkantoran Kec. Ciawi, Kab. Bogor ditebangi, Senin (21/11/2016). Diduga pohon itu diperjual-belikan oleh oknum kecamatan setempat. [ISTIMEWA]

Transbogor.co- Pepohonan di areal perkantoran Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor diduga diperjual-belikan. Ironisnya, pelaku penjualan pohon tersebut dilakukan oleh oknum kecamatan setempat.

Hal tersebut terkuak setelah pembeli bernama Yanto mengaku, jika pohon yang ditebang ini setelah dirinya melakukan transaksi terlebih dahulu. Dari kesepakatan jual beli, satu pohon ia beli dengan harga Rp500 ribu, dan semuanya ada 10 pohon.

“Kami tidak mungkin berani menebang pohon ini, jika tidak ada akad jual beli terlebih dahulu dengan pihak kecamatan,” ujar Yanto kepada wartawan di areal Kantor Kecamatan Ciawi, Senin (21/11/2016).

Yanto mengungkapkan, jika pohon yang dibelinya ini nantinya akan dijual kembali ke salah satu pabrik tahu yang ada, di Desa Teluk Pinang, Ciawi. “Pohon ini akan dijadikan kayu bakar untuk pabrik tahu di Teluk Pinang,” ungkapnya polos.

Kepala Unit (Kanit) Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kecamatan Ciawi, Sunarto membantah, jika pohon jensi Jati, Mangga dan Rambutan yang ada di areal perkantoran kecamatan dijual. Menurut dia, tidak ada transaksi jual beli antara ornag tersebut dengan pihak kecamatan.

“Begitu saya dengar ada oknum kecamatan menjual pohon kayu, saya langsung menegur dan menanyakan kebenarannya ke pihak yang menebang, dan ornag tersebut mengaku tidak pernah memberikan uang ke siapa pun,” terang Sunarto.

Lanjut dia, penebangan pohon di areal Kecamatan Ciawi tersebut untuk kepentingan lahan parkir tamu yang berkunjung ke kecamatan. “Ini untuk kepentingan masyarakat juga. Untuk itu, pembangunan kantor kecamatan dibangun total, dari mulai gedung, rumah dinas, mushola dan areal parkir,” kilahnya.

Sunarto berharap, setelah dibangun, kantor Kecamatan Ciawi menjadi representatif. Dengan begitu, masyarakat yang butuh pelayanan menjadi lebih nyaman. “Kalau kantor kecamatannya bagus, otomatis masyarakat pun akan nyaman saat mengurus sesuatunya,” tukasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

 

.