Hati-hati dengan beberapa penyakit mental ini !

  foto:Dok

Apa yang dimaksud dengan mental?? pengertian mental sangat sulit untuk dapat dipahami dibandingkan pengertian fisik karena mental adalah hal yang sifatnya abstrak. Definisi Mental menurut Kamus Psikologi adalah sebagai berikut :

1.menyinggung masalah pikiran, akal, ingatan atau proses-proses yang berasosiasi dengan pikiran, akal dan ingatan.

2.(strukturalisme) menyinggung isi kesadaran.

3.(fungsionalisme) menyinggung perbuatan atau proses.

4. (psikoanalisis) menyinggung ketidaksadaran, prakesadaran dan kesadaran.

5.menyinggung proses-proses khusus, misalnya kesiagaan, sikap, impuls dan proses intelektual. 6.menyinggung proses tersembunyi, yang dipertentangkan dengan proses terbuka. Sinonim dengan Psychic; Concious; Psychogenic.

 

Dari definisi di atas dapat dimengerti bahwa mental tidak lain adalah jiwa (psychic), yang mungkin bisa diambil garis besarnya bahwa mental adalah suatu kemampuan menyesuaikan diri yang serius sifatnya, yang mengakibatkan kemampuan tertentu dalam sugesti dan pencapaian sesuatu.

 

Alangkah indahnya jika semua manusia dapat dengan mudahnya menerapkan mental positif dengan segala kesadaran atas kelebihan dan kekurangan yang dimiliki juga mengakui dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki makhluk hidup lain khususnya manusia. Tidak bisa ditampik bahwa terkadang peluru kemunafikan berhasil menembus dinding positifnya mental kita. Inilah beberapa penyakit mental yang terjadi pada manusia di antaranya :


1. Senang Menyalahkan Orang Lain

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu "siapa" bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. JIka Anda manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan Diri Sendiri

menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu.ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya ? kalau Anda bilang tidak pernah, berarti Anda bohong. "ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, saya ini apa ? Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". jadi walau yang salah Partner, anak buah atau bahkan atasan, berani bilang "saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya cita-cita

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.


5. Memiliki "goal", tapi merupakan khayalan

Orang ini biasanya suka berkhayal akan kesuksesan semu. Jika orang ini diberi satu telur ayam, maka ia langsung akan berkhayal, telur ayam ini akan menetas jadi anak ayam. Anak ayam tentunya akan besar dan bisa bertelur, satu hari akan bertelur satu, satu bulan tentunya ada 30 telur. Telur dari telur ini tentu akan menetas dan kembali bisa bertelur. Realitas yang terjadi biasanya tentu saja bertolak belakang dengan khayalan.

6. Mengambil jalan pintas, short cut

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalau pun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas.


7. Mengabaikan hal-hal yang kecil

Jika Anda maunya mengerjakan hal yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak mau dikerjakan. Berarti Anda lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya.


8. Cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu

Kita selalu penuh memori. Apa yang Anda lakukan, masuk memori, minimal sebagai pertimbangan Anda untuk langkah berikutnya. Apalagi kalau Anda pernah gagal, tidak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menganggap diri sangat pintar
manusia ini merasa dirinya sangat pintar sehingga selalu merasa bisa mencapai apa yang sudah dicapai orang lain. Kalau ia melihat kesuksesan orang lain, yang tentu saja menurutnya lebih bodoh, maka orang ini merasa ia harus bisa lebih sukses lagi. Kalau orang bodoh saja bisa memiliki mobil dan rumah mewah maka orang ini harus bisa memiliki mobil, rumah mewah dan pesawat terbang (lebihnya). Kalau orang ini tidak bisa memiliki lebih atau sama dari orang lain maka ia akan mengutuk tuhan. Tuhan itu tidak adil, kok orang yang lebih bodoh dari saya bisa lebih kaya dari saya. Orang ini biasanya sulit untuk sukses, bekerja serba tanggung, kalau bekerja maunya sekaligus berbarengan, yang ada di otaknya hanya rasa iri akan kesuksesan orang lain.

Nah, Bagaimana ? Siapkah Anda melakukan 2 step selanjutnya yaitu Mengurangi dan Menghilangkan.(zul/blg/net)

.