Remaja Ini Rela Menjadi Penambang Pasir Hanya Demi Membantu Keluarga

  Ā©
MENAMBANG PASIR- Aktivitas inilah yang dilakukan Wahyudin (17), warga Kp. Bolan, Ds. Tajur, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Jumat (2/12/2016). Langkah yang ditempuh pria remaja putus sekolah ini demi membantu keuangan keluarga. [Anwar Mustopa | Transbogor.co]

Transbogor.co- Demi membantu beban ekonomi keluarga, Wahyudin (17), warga Kampung Bolan, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor ini, terpaksa tidak meneruskan sekolahnya.

Remaja lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ini rela mengubur cita-citanya dengan beralih profesi sebagai penambang pasir, di Sungai Cileungsi, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup. Langkah ini terpaksa dilakukan, dan rela menempuh bahaya hanya untuk membatu kedua orang tuanya dengan menjadi penambang pasir.

“Sudah 2 tahun menambang pasir di sini, saat lulus SMP awal tahun 2015, mulai menambang pasir, uang penghasilannya buat jajan sehari-hari dan membantu keluarga, karena keterbatasan biaya. Makanya, saya tidak melanjutkan untuk sekolah,” ucapnya kepada Transbogor.co, Jumat (2/12/2016).

Penghasilan sehari-hari anak kedua dari pasangan, Mumuh (50) dan Ny. Ucum (44), ini pun tak menentu.”Ya nggak tentu, penghasilan paling besar itu dapet 60 ribu, itu juga harus nunggu 3 atau 4 hari biar pasirnya bisa terkumpul, saya juga pernah dapet paling kecilnya sendiri 20 ribu,” jelas Wahyudin.

Padahal, menurut dia, sering terjadi banjir, apabila musim penghujan, dan tak sedikit para penambang yang terseret arus akibat banjir tersebut. “Sering terjadi banjir sebenarnya, dulu juga pernah ada yang terbawa banjir, dan banyak juga yang tenggelam.Saya juga takut, tapi mau gimana lagi,” tukasnya.

 

Reporter: Anwar Mustopa

Editor    : Sabastian

.