Cegah Kanker Serviks dan Payudara, Dinkes Kedepankan Puskesmas Dalam Pelayanan

  ©
PEMAPARAN- Kepala Dinkes Kab. Bogor, dr. Camelia Sumaryana (tengah) memberikan pemaparan saat menghadiri acara Komunitas KIVA Bogor “Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara” di Gedung Inovasi Lembaga Limu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kec. Cibinong, Sabtu (3/12/2016). [IST]

Transbogor.co- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor akan menjadikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Bumi Tegar Beriman menjadi pelayanan kesehatan terdepan dalam pencegahan kanker yang muncul pada leher rahim wanita (serviks) dan payudara di kelompok masyarakat terkecil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Camelia Sumaryana ketika menghadiri acara Komunitas KIVA Bogor “Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara” di Gedung Inovasi Lembaga Limu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kecamatan Cibinong, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, beberapa kasus kejadian penyakit tidak menular, seperti kanker serviks dan payudara sudah meningkat, khususnya di Kabupaten Bogor. Untuk pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit tidak menular itu Dinkes sudah memberikan alat cryotherapy di beberapa Puskesmas di Bumi Tegar Beriman.

Cryotherapy sendiri merupakan alat deteksi dini dan penanggulangan awal penyakit kanker. Di Kabupaten Bogor, sebut Camelia sudah ada 4 Puskesmas yang mempunyai alat cryotherapy yaitu, Puskesmas Citeureup, Ciomas, Cimandala dan Puskesmas Cibinong.

“Ke depan kita akan dorong untuk seluruh Puskesmas diberikan alat cryotherapy ini agar Puskesmas bisa mencegah penyakit tidak menular ini sejak dini, khususnya di kelompok masyarkat terkecil,” terang Camelia.

Ditambahkan, Dinkes Kabupaten Bogor juga akan menyediakan tenaga terlatih untuk memberikan penyuluhan terhadap pencegahan kanker serviks dan payudara. Selain itu, dia juga akan mengajak dokter, bidan, dan rumah sakit swasta dalam pencegahan penyakit tersebut.

Karena, kanker serviks dan payudara ini juga dapat menimbulkan permasalahan tidak hanya di bidang kesehatan tapi juga di bidang ekonomi dan sosial. Dinkes akan menyiapkan dan melakukan pelatihan terhadap dokter-dokter dan bidan di Puskesmas yang nantinya akan menjadi pelaksana program pencegahan ini.

“Mungkin kita akan siapkan juga mulai dari penyuluhan dalam pencegahan kanker serviks dan payudara. Selain itu, kita akan libatkan para dokter, bidan dan RS swasta untuk pengetahuannya dalam pencegahan penyakit tersebut. Karena, dampak dari penyakit ini tidak hanya di bidang kesehatan, tapi juga di bidang ekonomi dan sosial,” pungkas Camelia.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.