Di Luar GT Ini, Kupu-kupu Malam Menunggu Mangsanya

  Ā©
MENUNGGU PELANGGAN- Wanita ini sedang menunggu pelanggan di luar GT Gunung Putri, Ds. Gunung Putri/Kec. Gunung Putri, Kab. Bogor, Rabu (7/12/2017). Pemandangan seperti ini hamper setiap malam terlihat. Warga sekitar minta aparat melakukan penertiban. [Azis Maulana | Transbogor.co]

Transbogor.co- Kebe­radaan tempat mangkal baru pekerja seks komersila (PSK) di luar Gerbang Tol Gunung Putri, tepatnya di Kampung Pojok, Desa Gunung Putri, Keca­matan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, semakin meresahkan masyarakat sekitar.

Ironisnya, lokasi mangkal para para wanita pemuas nafsu pria hidung belang mencari mangsa dari para sopir truk maupun bus itu tak jauh dari Kantor Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri.

Hasil pemantauan Transbogor.co, hampir setiap pukul 22:00 WIB, para PSK yang rata-rata berusia hampir menginjak 50 ta­huna atau biasa disebut wanita setengah baya (STW) tersebut sering nongkrong di pembatas jalan pintu tol tersebut.

Menurut keterangan war­ga sekitar, Yanto (45), keberadaan PSK itu tadinya tidak begitu banyak. Namun, karena adanya pembiaran, akhir­nya jumlah wanita kupu-kupu malam tersebut pun bertambah.

“Mereka biasanya mela­kukan transaksi di bangunan dekat pinggiran Danau Gunung Putri, atau dibawa sopir tersebut, tergantung kesepakatan kedua belah pihak saja,” ujarnya saat dijumpai Transbogor.co, Rabu (7/12/2016) malam.

Sebagai warga, dia me­minta aparat terkait turun tangan menertibkan kebe­radaan para PSK, atau sopir yang sudah mencoreng nama baik wilayahnya. “Ka­lau dibiarkan seperti ini, kami khawatir wilayah ini menjadi tempat lokali­sasi, seperti di Desa Li­musnunggal, Kecamatan Cileungsi,” tandasnya.

 

Reporter : Anwar Mustopa

Editor        : Sabastian

.