Puluhan Balita di Kabupaten Bogor Menderita Gizi Buruk, Camelia: Harus Kita Pantau Terus

  Ā©
PRESSCON- Kepala Dinkes Kab. Bogor, dr. Camelia Wilayat Sumaryana saat presscon upaya penanganan kasus gizi buruk pada balita, di ruang rapat kantornya, di Jl. Raya Tegar Beriman, Kel. Pakansari, Kec. Cibinong, Kamis (8/12/2016). [IST]

Transbogor.co- Dinas Kesehatan (Disnkes) Kabupaten Bogor masih menemukan 93 kasus anak bawah lima tahun (balita) gizi buruk (0,016 persen) dari total 570.692 jiwa. Kasus tersebut ditemukan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sejak periode Januari-November 2016.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kab. Bogor, dr. Camelia Wilayat Sumaryana, saat Presscon mengenai upaya penanganan  kasus gizi buruk pada balita, di ruang rapat kerja kantor Dinkes Kab. Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kamis (8/12/2016).

“Permasalahan gizi, saya beranggapan walaupun masyarakat kita sudah maju sekalipun, gizi buruk pasti ada, hanya presentasinya harus kita tekan. Kab. Bogor yang kita tahu penduduknya banyak, di mana populasi anak sebesar 570.692 jiwa, harus kita pantau terus mengenai gizinya, melalui kegiatan yang ada di Posyandu, setiap bulan anak balita harus ditimbang, tapi pada kenyataanya tidak semua balita ditimbang, sehingga kita berikan pula khusus penimbangan balita yakni, bulan Februari dan Agustus,” jelas Camalia.

Kata Camelia, kenyaatan yang terjadi sekarang ini mereka yang mengalami gizi buruk adalah mereka yang tidak terpantau oleh Posyandu.

“Kita juga di sini perlu peran dari media, di mana media bisa menghimbau, atau memberikan informasi kepada para ibu-ibu yang memiliki balita untuk membawanya ke Posyandu, dari 93 kasus gizi buruk yang ada di Kab. Bogor semuanya kita tangani dengan serius, Pemkab Bogor memberikan makanan tambahan, penyuluhan maupun pemulihan dan disebarkan ke seluruh Puskesmas,” tambahnya.

Sementara, mengenai penanganan yang telah dilakukan oleh Dinkes, Camelia mengatakan, sudah meminta kepada petuga-petugas kesehatan untuk bekerja dengan baik dan menuntaskan masalah gizi buruk ini.

“Di luar sana banyak anggapan, apakah orang kesehatan bisa menangani masalah gizi buruk, pada kenyataannya kita sudah tangani, saya selalu sampaikan kepada petugas-petugas kesehatan saya untuk tidak menjadi jera, apapun kondisnya harus ditangani kembali mereka yang terkena gizi buruk, secara menyeluruh dan sampai tuntas,” bebernya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.