Diklaim Ahli Waris, Kantor Desa Cipeucang Cileungsi Terancam Tergusur

  ©
DIKLAIM AHLI WARIS- Kantor Desa Cipeucang yang berada di Kp. Tengah, RT 07/RW 04, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor ini, ternyata masih sengketa. Karena tanah seluas 300 m2 berdiri di atas lahan milik Tolok Bin Ni’an sebagai. [Anwar Mustopa | Transbogor.co]

Transbogor.co- Tanah seluas 300 meter persegi yang saat ini terdapat bangunan Kantor Desa Cipeucang, di Kampung Tengah, RT 07/RW 04, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor diklaim oleh ahli waris Almarhum (Alm) Tolok Bin Ni’an sebagai miliknya.

Masalahnya, tanah tersebut ditukar guling, atau diruislag dengan tanah kas Desa Cipeucang seluas 1.500 m2 tanah. Namun tanah tersebut tidak pernah diterimanya, sehingga pihak ahli waris meminta tanah yang saat ini berdiri kantor desa tersebut dikembalikan.

Ahli waris, H. Mikhsin, cucu dari Tolok Bin Ni’an mengatakan kepada Transbogor.co, Kamis (8/12/2016) mengatakan, tanah yang diatasnya berdiri Kantor Desa Cipeucang merupakan milik ahli waris Tolok Bin Ni’an, karena tukar guling, atau ruislag dari tanah tersebut tidak pernah ia terima, dan tidak ada suratnya.

“Tanah seluas 1.500 m2 yang berada dalam Blok Kp. Tengah, Ds. Cipeucang yang diruislag dengan tanah seluas 300 m2 yang saat ini berdiri kantor desa dari H. Ukar Prihatin (Alm), kepada desa yang lama ke Tolok Bin Ni’an tidak pernah diterima oleh ahli waris, dan bahkan tidak memiliki surat, karena tanah tersebut merupakan tanah kas desa berupa tanah makam. Atas hal tersebut, kami ahli waris meminta kembali tanah seluas 300 m2 yang digunakan sebagai kantor desa,” katanya.

Permintaan kembali tanah tersebut telah dia sampaikan pada kepala desa yang sekarang, Hj. Masyumi yang merupakan anak dari (Alm) kades lama, H. Ukar Prihatin, dan sampai di musyawarahkan tingkat desa yang dihadiri oleh Kades sekarang, Gofur Atmaja, Ketua LPM dan Aep Hidayat, Ketua BPD, berjanji akan mengembalikan tanah tersebut kepada ahli waris Tolok Bin Ni’an.

Akan tetapi, sampai saat ini belum diterimanya. “Berdasarkan hasil musyawarah pada hari Sabtu (6/12/2014) yang dihadiri beberapa unsure, seperti kades, BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat Desa Cipeucang yang isinya untuk memindahkan kantor desa, karena tanahnya akan diserahkan kepada ahli waris, dan pemindahan tersebut akan dilakukan dalam waktu sepekan, namun sampai saat ini, sudah 2 tahun tanah tersebut belum juga diserahkan,” tukasnya.

Ahli waris, Tolok Bin Ni’an meminta kepada Kades Cipeucang untuk segera mengembalikan tanah tersebut dan meminta kepada unsur Muspika Cileungsi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami berharap kepada Kades Cipeucang untuk segera menepati janjinya untuk mengembalikan tanah yang saat ini berdiri kantor desa yang merupakan milik ahli waris dari Tolok Bin Ni’an, dan kepada camat serta  aparat terkait lainnya untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum kami memproses ke jalur hukum yang berlaku di negara ini,” tandasnya.

 

Reporter: Anwar Mustopa

Editor      : Sabastian

.