Bupati Menjawab Ijtima MUI Kabupaten Bogor

  ©
MENJAWAB IJTIMA- Bupati Hj. Nurhayanti saat menjelaskan Ijtima yang diminta para ulama melalui pengurus MUI Kab. Bogor, di Pendopo Bupati, Kel. Tengah, Kec. Cibinong, Jumat (16/12/2016). Dalam pertemuan itu bupati menjelaskan, bahwa Ijtima yang diminta para ulama sudah dijalankan oleh Pemkab Bogor. [Diskominfo for Transbogor.co]

Transbogor.co- Bupati Hj. Nurhayanti bertemu dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Jumat (16/12/2016). Pertemuan itu untuk menjelaskan bahwa Ijtima yang diminta para ulama sudah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sebagai informasi, Ijtima para ulama tersebut sebagai berikut, para ulama tetap siap dan siaga mengawal pemerintahan yang bersih, berwibawa untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten Termaju di Indonesia.

Para ulama siap mendukung pemerintah untuk penanggulangan deradikasi dan terorisme di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meminta pemerintah mengambil langkah dan tindakan tegar terhadap kelompok ajaran yang dinyatakan menyimpang oleh MUI.

Para ulama menolak dengan keras kegiatan prostitusi yang mempertontonkan aurat dan sejenis lainnya yang termasuk pornografi dan porno aksi, khususnya di Bumi Tegar Beriman dan mendesak kepada pemerintah daerah untuk tetap menjalankan program Nongol Babat (Nobat) kedepan lebih baik, serta membatasi izin dan operasional warung internet (warnet), game online, rental, play station, termasuk hiburan hajatan yang mempertontonkan aurat.

Para ulama mendesak kepada pemerintah untuk menfasilitasi dan mengalokasikan dan hibah secara khusus dan proposional kepada lembaga pendidikan agama dan keagamaan, seperti pendidikan madrash, pondok pesantren, taman pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, madrasah diniyah, masjid dan mushola, serta organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam sesuai perundang undangan tentang pemberian hibah.

Para ulama mendesak pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi Pusat Dakwah Islam (Pusdai) sebagai pusat syiar Islam dan kegiatan keagamaan yang dikelola oleh suatu badan pengelola dan aset umat eks gedung asrama haji Kabupaten Bogor untuk dikembalikan peruntukannya sebagai ma’had ali dan pendidikan kader ulama.

Para ulama meminta kepada pemerintah daerah mengoptimalkan program pembinaan mental spritual kepada remaja dan anak sekloah untuk peningkatan moral dan akhlak anak bangsa serta wajib menyertakan madrasah diniyah dan ijazah taman pendidikan Al-Qur’an sebagai persyaratan untuk masuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan.

Menurut bupati, pemerintah daerah sudah melakukan implementasi di lapangan dengan bersinergi unsur Legislatif dan juga para Muspida Kabupaten Bogor, seperti penanganan masalah aliran sesat dan menyesatkan, juga masalah terorisme dan paham radikalisme, pihak Polres Bogor dan Kesbangpol sudah melakikan sosialisasi dan kewaspadaan akan bahaya tersebut.

“Untuk mengantisipasi masalah aliran sesat dan menyesatkan, terorisme dan juga paham radikalisme saya juga melakukan majelis taklim keliling ke seluruh Kabupaten bogor untuk bertemu dengan masyarakat, mengingatkan bahaya dari masalah tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Nuhayanti juga mengatakan, sudah melakukan penertiban terhadap para pekerja seks komersial (PSK), termasuk PSK dari luar, atau biasa disebut magribi dengan bekerjasama dengan pihak Imigrasi dan akan terus mengawasi hotel-hotel dan tempat yang biasa digunakan untuk kegiatan prostitusi.

“Kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait pun perizinan bagi THM (tempat hiburan malam) dan hotel yang disinyalir ada kegiatan prostitusi tidak akan diperpanjang,” tegas Nuhayanti.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji berpesan kepada bupati untuk terus melakukan pengawasan agar tidak ada lagi aliran sesat dan paham radikalisme serta terorisme, dari mulai tingkat dasar, dan Dinas Pendidikan harus mengawasi makalah pelajaran di sekolah, sehingga tidak ada konten pelajaran yang berisi unsur pornografi.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

 

.