Fungsinya untuk Pejalan Kaki, Malah Jadi Deretan Kaki Meja

  Ā©
Ilustrasi

Transbogor.co- Pasca pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di Perempatan Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor yang dilakukan jajaran Muspika setempat, beberapa waktu lalu. Kini “para penjajah” tersebut memenuhi trotoar depan Wisma Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ciawi.

Entah siapa yang memberi izin, sehingga trotoar yang seharusnya difungsikan untuk pejalan kaki, saat ini kaki meja berderet di situ. Konon kabarnya, para pedagang tersebut menempati tempat itu, setelah mendapat restu dari Muspika dan pihak Wisma YPI sendiri.

“Rencananya, di depan YPI ini sekitar 35 pedagang bisa berjualan karena setelah dibongkar beberapa waktu lalu pemerintah tidak menyediakan lahan relokasi, akhirnya kami pedagang berjualan di sini setelah ada izin dari Muspika,” ujar koordinator PKL, Jimi kepada wartawan, Ahad (18/12/2016).

Namun, dia mengaku, dihimbau oleh Muspika, jika setelah jualan selesai tidak ada satupun sisa jualan disimpan di situ berikut meja dan tenda. “Kami diperbolehkan berjualan di situ dari sore hingga malam, dan pagi harus sudah rapi lagi,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Ciawi, Sunarto mengaku, jika pemerintah kecamatan, Koramil 2122, dan Polsek tidak pernah memberi izin bagi pedagang untuk berjualan di depan Wisma YPI.

“Itu inisiatif para pedagang saja, karena tak ada tempat lagi, dan Muspika tak pernah memberikan izin,” ujar Sunarto kepada wartawan, Ahad (18/12/2016).

Karena, lanjut Sunarto, yang punya kuasa untuk memberikan izin para PKL itu boleh atau tidak berjualan di situ adalah pihak Wisma YPI bukan Muspika. “Kan lokasi PKL ini ada di depan pagar Wisma YPI, jadi mungkin YPI yang memberikan izin,” terangnya.

Hanya saja, pada pelaksanaannya, para PKL tersebut terus diawasi. Dia tidak ingin setelah banyak pedagang, sampah berserakan dimana-mana, meja dan tenda masih di situ. “Sebisa mungkin kita atur, dan ini sementara, bukan untuk seterusnya para pedagang tersebut di depan Wisma YPI,” tukasnya.

 

Reporter: Sabastian

.