Hindari Kemacetan Jelang Natal dan Tahun Baru, Truk Tronton Jangan Masuk Kota Bogor

  Ā©
Kepala DLLAJ Kota Bogor, Rachmawati

Transbogor.co- Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas menjelang Hari Natal, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)-RI melalui Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, membatasi kendaraan angkutan barang berukuran besar, atau gandeng di Tol Jagorawi yang menuju Kota Bogor.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) KP/781/2016, tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Pada Masa angkutan Natal 2016.

Kepala DLLAJ Kota Bogor, Rachmawati mengaku, pembatasan pengoperasian kendaraan angkutan jalan ini tidak termasuk kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).

“Jadi pembatasan ini diperuntukan untuk kendaraan pengangkut barang, seperti truk tronton, terkecuali bagi kendaraan pengangkut BBM,” kata Rachmawati di kantornya, Rabu (21/12/2016).

Kata dia, instruksi dari Kemenhub-RI tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang saat perayaan natal. “Jelang hari natal nanti volume kendaraan kemungkinan akan meningkat. Untuk itu, perlu dilakukan pembatasan kendaraan angkutan barang, agar arus lalu-lintas tetap kondusif dan tidak begitu padat ,” jelasnya.

Mantan Camat Bogor Tengah ini menambahkan kebijakan tersebut berlaku, mulai hari Jumat (23/12/2016) pukul 00:00 WIB sampai dengan, Minggu (26/12/2016) pukul 24:00 WIB.

“Untuk kendaraan angkutan jenis tronton yang sudah terlanjur berada di ruas jalan tol, setelah pukul 00:00 WIB pada Jumat , tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan dengan catatan hanya sampai pintu ke luar tol terdekat saja,” tegasnya.

Masih terkait perayaan batal dan tahun baru, Operasi Lilin Lodaya tahun 2016 melibatkan 1.410 personil gabungan dari TNI, Polri, mitra TNI/Polri, dan unsur Pemkot Bogor, seperti DLLAJ dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Operasi Lilin Lodaya 2016 mencakup pengamanan gereja saat Natal, pengamanan tahun baru 2017, operasi ketertiban dalam berkendara lalu-lintas dan memberantas penyakit masyarakat.

Seperti premanisme sampai tindak kejahatan lainnya. Hal itu dilakukan agar masyarakat Kota Bogor semakin aman, serta nyaman saat merayakan natal dan tahun baru.

Fokuskan Pengamanan Kebaktian

Kepala Polres Bogor Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Suyudi Ario Seto menjelaskan, Operasi Lilin Lodaya 2016 dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 23 Desember 2016 sampai tanggal 1 Januari 2017.

Dibagi menjadi satu pelayanan di Baranangsiang dan 8 Pos Pengamanan (Pospam), personil yang dilibatkan TNI, Polri dan elemen pengamanan lainnya adalah 1.400 personil.

“Terdiri dari unsur Polres Bogor Kota dengan jumlah 675 personil, atau 2/3 kekuatan anggota Polres Bogor Kota, dan dari Instansi terkait dengan TNI di wilayah Kota Bogor 735 personil dengan total 1.410 personil,” papar Suyudi.

Lanjut Suyudi, pengamanan natal dan tahun baru menjadi pengamanan yang berbeda dan pelaksanaan kebaktian menjadi pengamanan yang difokuskan. Personil disebar di 8 gereja besar, 12 gereja sedang, dan 43 gereja kecil dengan total 63 gereja.

 

Reporter: Sabastian

.