Berpotensi Mengganggu Kamtibmas, Petasan Dilarang di Perayaan Malam Tahun Baru 2017

  Ā©
PERIKSA PASUKAN- Wali Kota Bima Arya Sugiarto selaku inspektur menginspeksi barisan peserta Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2016 Polres Bogor Kota, di Lapangan Markas Komando Satuan Pelopor II Brimob Kedunghalang, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (22/12/2016). [Sabastian|Transbogor.co]

Transbogor.co- Wali Kota, Bima Arya Sugiarto menyatakan melarang penggunaan petasan dalam merayakan malam pergantian tahun baru 2017. Menurut dia, karena itu hanya menghambur-hamburkan uang.

“Mubazir, dan tidak ada manfaatnya, jadi kami himbau untuk tidak menggunakan petasan. Selain itu, juga berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat dan lingkungan,” tegas Bima Arya.

Penegasan itu disampaikan Bima saat menjadi Inspektur Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2016 Polres Bogor Kota di Lapangan Markas Komando Satuan Pelopor II Brimob Kedunghalang, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (22/12/2016).

Kepala Polres Bogor Kota, AKBP Suyudi Ario Seto mengamini ungkapan wali kota Bima Arya Sugiarto. Kata dia, petasan dilarang, sementara untuk kembang api boleh, tapi ada aturannya.

Suyudi menjelaskan, yang diperbolehkan itu kembang api dengan ukuran kurang dari dua inchi. Bila lebih, maka harus memiliki izin. “Sekarang kita sedang berupaya melakukan pencegahan dan sweeping para pedagang petasan, karena di wilayah Kota Bogor ini cukup rawan,” ujar Suyudi.

Untuk Operasi Lilin Lodaya 2016, Suyudi akan mengerahkan kurang lebih 1400 pasukan dari TNI, Polri dan elemen lainnya, yang dibagi ke titik-titik yang dinilai cukup krusial dan didukung pos pengamanan dan pos pelayanan yang sudah dibangun.

Terkait adanya potensi ancaman yang kemungkinan terdeteksi di Kota Bogor, Suyudi menyampaikan semua elemen harus memiliki sifat antisipatif, dan selalu menjalin komunikasi untuk lebih bersinergis dengan semua aparat dan elemen.

“Selain itu kita juga mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif, seperti yang disampaikan wali kota. Untuk para pendatang diwajibkan melapor 1X24 jam kepada aparat terendah di wilayah dengan dilengkapi syarat administrasi yang mumpuni, sehingga jangan sampai ada pendatang-pendatang gelap yang masuk ke Kota Bogor,” tegas Suyudi.

Sementara itu, dalam membacakan amanah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Bima Arya mengatakan operasi ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Polri, mulai dari Mabes Polri hingga kesatuan wilayah.

“Apel dilakukan sebagai pengecekan dalam  kesiapan dalam melaksanakan operasi pengamanan perayaan malam Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 yang meliputi berbagai aspek, serta keterlibatan unsur terkait,” ujarnya.

Lanjut Tito, perkembangan dunia saat ini diwarnai beberapa aksi teror di beberapa tempat. Bahkan, konflik berkepanjangan di beberapa negara masih terjadi dan tren ekonomi dunia mengalami perlambatan. 

Hal ini, kata Tito, baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki implikasi bagi keamanan dalam negeri. “Meskipun aksi teror dapat digagalkan dengan baik oleh aparat, namun ancaman tersebut diyakini masih terus berlangsung,”ungkapnya.

Di samping itu, sambung jenderal bintang empat ini, dinamika kehidupan nasional yang terjadi beberapa bulan terakhir ini menunjukkan adanya potensi gangguan dalam bentuk kejadian intoleransi, baik intern maupun antar umat beragama.

Bahkan menjadi lebih kompleks, karena berlangsung di tengah-tengah peningkatan suhu politik akibat adanya pemillihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2017. Itu semua menjadi tantangan tersendiri bagi Polri dan elemen terkait, khususnya dalam menjaga dan mengamankan ibadah Natal 2016 dan pergantian tahun 2017.

Terlebih perayaan Natal dan tahun baru merupakan momen berlibur bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Polri memprediksi akan ada mobilisasi massa dari satu titik ke titik lain, dan munculnya titik konsentrasi massa pada tempat-tempat tertentu.

“Untuk itu harus diantisipasi dengan baik oleh aparat keamanan. Karenanya, Polri menggelar Operasi Lilin 2016 selama 10 hari, mulai 23 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017 dengan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen dan penegakan hukum secara tegas,” tegas Tito.

Tito membeberkan, secara keseluruhan Polri menerjunkan 85.744 personil yang dibantu 15.096 personil dari TNI dan 55.130 personil gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dishub,  Dinkes, Jasa Raharja dan Pramuka.

Semua personil akan menempati 1.609 pospam dan 643 pos pelayanan sehingga diharapkan mampu memberikan keamanan kamtibmas dan kanseltibkarlantas.

“Saya berharap operasi ini dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari pelayanan yang diberikan. Untuk itu seluruh personil diharapkan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan yang profesional bagi masyarakat,” imbuh Tito.

Untuk itu, sambung Tito, ada pedoman yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut, di antaranya tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri, jangan meremehkan setiap potensi gangguan yang ada, siapkan kondisi fisik dan mental, siapkan sarana prasarana serta peralatan yang akan  digunakan.

Tito mengamanatkan, semua pasukan untuk melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas. Tidak lupa tetap semangat melaksanakan tugas terbaik dengan tampilan yang humanis dan penuh simpatik.

Kemudian, hindari sikap arogansi dan kesewenang-wenangan, pergelaran personil harus mampu berikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, baik di tempat ibadah, tempat tinggal, wisata maupun tempat lainnya. 

"Lakukan tindakan proaktif dan antisipatif dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian yang memiliki kadar ancaman tinggi dan cegah kegiatan sweeping oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, perkuat kerjasama yang sinergis dan harmonis dengan seluruh instansi terkait serta segenap elemen masyarakat,” pesan Tito.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.