Insiden “Pilot Mabuk” Harus Disikapi Secara Tegas!

  ©
Prof. Dr. H. Dailami Firdaus

Transbogor.co- Anggota Komite 2 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, meminta kasus ‘pilot mabuk’ pada penerbangan Citilink QG 800 Surabaya-Jakarta disikapi secara serius dan perlu ditindaklanjuti dalam pembenahan kualitas penerbangan di Indonesia.

Insiden yang terjadi Rabu (28/12/2016) mengambarkan bagaimana kondisi di dalam pesawat tersebut yang diawali saat pilot yang berbicara dengan tidak jelas ketika welcome announcement dan mengulangi beberapa kata-kata yang menurut penuturan penumpang, hal itu sangat tidak lazim.

Yang pada akhirnya membuat para penumpang memprotes dan meminta menganti pilot. Mereka khawatir kondisi pilot dalam keadaan tidak layak untuk menerbangkan pesawat, dan dapat membahayakan keselamatan para penumpang. 

“Jelas ini menjadi tamparan bagi sistem transportasi kita, terutama transportasi udara. Profesionalisme dan mutu jelas menjadi hal yang sangat penting, namun dengan insiden itu jelas memperlihatkan bila peningkatan mutu itu hanya sebatas lips service saja!,” tukasnya.

Terlepas banyaknya opini yang berkembang, Dailami minta, agar pihak maskapai dan pihak-pihak terkait agar memberikan informasi yang sebenar-benarnya dan utuh, jangan ditutup-tutupi.

“Dan kalau memang ada kesalahan harus dijelaskan secara transparan kepada masyarakat,” ujar Bang Dailami, sapaan Akrab Dailami Firdaus, Senator asal Jakarta ini.

Transportasi udara sangat penting, terutama di saat momen-momen besar seperti sekarang ini, menjelang tahun baru. Dan pastinya pengguna jasa transportasi udara selalu mengalami peningkatan.

Menurut Bang Dailami, hal tersebut harus direspon dengan perbaikan mutu dan profesionalisme baik manajemen maupun sumber daya manusia (SDM)nya.

Menyikapi video yang manjadi viral di masyarakat, terkait oknum pilot yang gontai saat dilakukan check body dan terlihat seperti mabuk. Sebagai anggota Komite II DPD yang bermitra dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta klarifikasi dari seluruh pihak terkait.

“Dan pihak Citilink harus tegas dalam menyikapi kasus ini, karena ini menyangkut nyawa orang. Jangan sampai terjadi seolah-olah ada pembenaran dan melindungi oknum pilot tersebut,” tukasnya.

Pihak Kemenhub pun harus tegas, apalagi Citilink ini adalah anak perusahaan dari Garuda yang notabenenya adalah perusahaan maskapai pemerintah. “Kita jangan anggap remeh insiden ini,” tutup Bang Dailami.

 

Reporter: Sabastian

Editor   : Arief Pramana

.