Wakil Wali Kota Bogor Diusir Saat Sidak BCA

  Ā©
SIDAK- Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman saat mengadakan sidak ke pembangunan gedung PT. BCA, Kamis (29/12/2016). Saat melakukan sidak, Usmar diusir dari lokasi pembangunan oleh pengawas pembangunan proyek tersebut. [Sabastian | Transbogor.co]

Transbogor.co- Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bogor, Usmar Hariman, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangunan gedung PT. Bank Central Asia (BCA), Kamis (29/12/2016).

Usmar diminta untuk segera meninggalkan tempat, atau dengan kata lain diusir dari lokasi pembangunan oleh pengawas pembangunan. Tak pelak, hal itu pun membuat politisi asal Partai Demokrat itu marah dan bertanya kepada pihak pengawas.

Apakah dirinya beserta puluhan wartawan diusir dari lokasi. Karena tak terima dengan tingkah pengawas, Usmar langsung mengeluarkan kembali sejumlah pertanyaan. “Benar bapak usir kami? Loh, ini sidak hanya ingin memantau saja. Bapak bagian pengamanan di sini, dan media massa juga hanya ingin meliput,” ujar Usmar saat di lokasi.

Aksi itu terjadi usai Usmar diwawancarai oleh awak media, pihak pengawas BCA yang belum diketahui namanya itu pun tidak ingin lokasi pembangunan didatangi Usmaar, serta wartawan berlama-lama.

Wawalkot mengaku, banyak catatan penting disampaikan untuk pihak manajemen BCA. Sebab, menurut Usmar, pihaknya ingin memastikan sesuai instruksi Wali Kota, Bima Arya Sugiarto, terkait pengurangan empat lantai menjadi tiga lantai. Selain itu, areal parkir yang sudah dihitung, termasuk objek Izin Mendirikan Bangunan, sehingga retribusi harus dikembalikan.

“Jadi satu basement untuk parkir dan kantornya hanya ada dua lantai saja. Sayangnya, sampai sekarang approval terakhir dari kontruksi dan arsitektur belum ada. Saya minta data itu segera dikirim, begitupun dengan andalalin (analisis dampak lalu-lintas) belum selesai. Saya minta rekomendasi dari konsultan dan menyelesaikan masalah di kawasan SSA (sistem satu arah,” tegasnya.

Usmar Harimar menambahkan, dari hasil analisa untuk pembangunan diperintahkan agar mengevaluasi Andalalin, karena IMB sudah keluar dahulu dibandingkan Andalalin.

“Kabarnya, in-out sudah berubah di Jalan Bangka. Harus dipastikan kajian konsultan sudah sangat komprehensif karena jalan Bangka juga krodit,” ujarnya.

Menurutnya lagi, khusus untuk pembangunan kepentingan perbankan dipastikan akan berdampak, dan menghasilkan bangkitan lalu-lintas yang tinggi.

“Memang kita belum mendapatkan kajian analisa dampak BCA ini. Dengan adanya eksisting ke luar masuk, di Jalan Bangka menambah krodit kawasan. Terlebih, banyaknya trayek Angkot di jalan tersebut. Yang pasti konsultan harus memastikan, dan mengantisipasi kemacetan,” tandasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor    : Arief Pramana

.