Tiga Kampung di Timur Kabupaten Bogor Terisolir

©Ilustrasi

Transbogor.co- Warga di tiga kampung Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor hingga saat ini masih merasakan keterisoliran. Karena sampai sekarang belum memiliki akses jalan yang bisa dilewati kendaraan.

Bahkan, sejak dahulu tiga kampung yakni, Kampung Panganan, Cigaruhi, Perongrong, belum punya sarana untuk tranportasi.

Menurut Camat Tanjungsari, A Kosasi saat ditemui awak media, Rabu (1/2/2017) membenarkan sejak dulu ketiga kampung yang berada di Desa Sirnarasa belum punya sarana tranportasi. sehingga menyebabkan warga kesulitan untuk bepergian. ereka harus dengan berjalan kaki.

Masih menurut dia, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari adalah pemukiman penduduk yang masih terdapat kampung terisolir yang mata pencaharian warga sehari-harinya adalah bertani.

“Sangat jarang orang luar kampung berkunjung ke tiga wilayah kampung tersebut. Sehingga,  apabila ada tamu yang datang akan disambut dengan warga dengan rasa suka cita,” jelasnya.

Masyarakat di tiga kampung masih tergolong miskin. Kondisi ini disebabkan, karena akses jalan  ke kampung sangat sulit.

“Satu- satunya cara untuk menuju ke wilayah itu dengan berjalan harus berjalan kaki untuk menelusuri jalan setapak dengan jarak  14 kilometer, dan waktu tempuh lebih kurang 2 jam untuk tiba di perkampung tersebut,” tukasnya.

Camat menambahkan, selain tidak ada akses jalan perkampungan tersebut tidak memiliki sarana kesehatan. Selain itu juga sarana air bersih tidak ada. Apabila ada warga yang harus dirawat inap mereka harus terpaksa ke luar kampung.

Perkampungan Panagan, Cigaruhui, dan Penonggon sudah ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor, Deni Ardiana, menyatakan, pada acara Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang), Kampung Panagan, Cigaruhui dan Peronggong, Desa Sirnarasa  tahun anggaran 2017- 2018 akan segera dibangun akses sarana jalan,air bersih dan kesehatan di tiga perkampungan tersebut.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.