Berantas Narkoba, DPD RI Akan Kerjasama dengan BNN

©
BERANTAS NARKOBA- Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso sedang memberikan penjelasan saat melakukan RDP dengan Komite III DPD, di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017). Budi Waseso menyambut baik mengenai usulan kerjasama antara DPD RI dan BNN dalam memberantas narkoba di Indonesia. [Kabar Senator for Transbogor.co]

Transbogor.co- Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung adanya kerjasama dengan Badan Narkotika Narkoba (BNN) dalam memberantas narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) di Indonesia.

Hal itu tertuang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (Pol) Budi Waseso (Buwas) dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad, di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Berdasarkan data global yang diterima oleh Komite III DPD RI, pada tahun 2014 satu dari dua puluh orang dewasa mengkomsumsi satu jenis narkoba. Tak hanya itu, lebih dari 29 juta orang menggunakan narkoba diperkirakan menderita gangguan.

“Eskalasi penggunan dan peredaran gelap narkoba di tingkat global tentunya mempengaruhi kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” ucap Ketua Komite III DPD RI, Hardi Selamat Hood.

Berdasarkan hasil survei dari penyalahgunaan narkoba 2011 menujukkan pengguna narkoba di Indonesia sebesar 4,2 juta orang. Selain itu, kelompok rentan penyalahgunaan narkoba 70 persen di antaranya pekerja, dan 20 persen merupakan pelajar.

“Tapi tentu saja data yang lebih valid ada di BNN. Kita juga berharap perlu adanya kerjasama antara DPD RI dan BNN untuk memberantas narkoba,” ujar senator asal Kepulauan Riau itu.

Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad menambahkan, DPD memang harus membangun kerjasama dengan BNN untuk memerangi kejahatan narkoba. “Kami selalu bertemu dengan konstituen kita di daerah. Tentunya, ini akan mudah untuk memerangi narkoba hingga tingkat pedesaan,” harap dia.

Ia menilai sejauh ini masyarakat tidak bisa hanya mengharapkan Kepolisan dan BNN. Tentunya seluruh stakeholder juga harus turut serta memberantas narkoba. “Jadi ini hakekat dari kerjasama. Saya berharap, BNN juga mendukung kerjasama ini,” tutur Farouk.

Sementara itu, Kepala BNN, Komjen (Pol) Budi Waseso menyambut baik mengenai usulan kerjasama antara DPD RI dan BNN. “Kita berupaya bersinergi dengan lembaga lain, seperti Kepolisian, PPATK, Bea Cukai, dan termaksud juga dengan DPD RI,” tukasnya.

Buwas, panggilan akrab mantan Kabareskrim Mabes Polri itu mengatakan, bahwa BNN saat ini tengah melakukan pencegahan di mana pun, namun saat ini suplai selalu berkembang.

Lebih mengejutkan lagi, saat ini korbannya anak Taman Kanak-kanan (TK). “Bahkan seminggu lalu, ada bayi terkontaminasi narkoba. Ini dampak dari asab sabu,” papar dia.

Ia menjelaskan, pada saat ini narkotika jenis baru telah banyak berkembang. Di tingkat global, terdapat 656 jenis baru,  56 jenis baru tersebut masuk ke Indonesia. “Ini sedang kita proses secara hukum, 46 jenis sudah masuk dalam UU Narkotika. Sedangkan 10 jenis baru itu belum bisa kita proses secara hukum,” jelas Buwas.

Selain itu, Anggota DPD RI Provinsi Sumatera Selatan, Abdul aziz menyarankan, agar BNN membangun sistem tangkal di tingkat RT (Rukun Tetangga) untuk memutus demaind narkoba. Jika dari tingkat RT sudah ada sistem tangkal tersebut, otomatis demaind narkoba akan berkurang.

“Jika dari tingkat RT diperdayakan, saya yakin target (pemberantasan) kita akan tercapai. Jaringan narkoba begitu luas, jika BNN bekerja sendiri target sulit tercapai,” tambahnya.

 

Editor: Sabastian

.