KPAI: Permainan Pusat Perbelanjaan Sajikan Konten Kekerasan

  foto: net

Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan hampir semua permainan di pusat perbelanjaan atau mal di Indonesia menyajikan konten kekerasan yang dinilai berbahaya bagi tumbuh kembang anak-anak.

"Kami secara khusus melakukan pemantauan ini sejak 2012 dan hasilnya arena permainan di pusat perbelanjaan itu mayoritas menyajikan konten kekerasan yang berbahaya untuk tumbuh kembang anak-anak," kata Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh di Jakarta, Jumat (26/9).

Konten kekerasan pada arena permainan di pusat perbelanjaan itu, kata Ni'am, dibagi tiga jenis atau kelompok yakni pertama permainan yang menampilkan adegan pukul-pukulan.

"Kedua ialah isinya adalah untung-untungan atau mengarah seperti judi. Jadi permainannya tidak mengandalkan skill tapi lebih mengandalkan keberuntungan," kata dia.

Ia mengatakan, konten yang terakhir ialah berisi tentang permainan yang mengarah kepada pornografi seperti cium-ciuman.

Menurut dia, temuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Ini kami sampaikan kepada pemerintah dalam beberapa forum group discussion. Dan Alhamdulillah ada respon baik," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat ini pemerintah akan meregulasi dengan cara memberikan pengaturan atas keberadaan arena permainan di tempat pusat perbelanjaan tersebut.

Regulasinya, kata Ni'am, adalah dengan penyusunan standar arena usaha di pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia.

"Dan di dalam forum konvensi beberapa waktu lalu disepakati salah satu kontennya harus dipastikan tidak berisi kekerasan, untung-untungan, pornografi dan memfokuskan pada konten skill yang edukatif," kata dia.(zul/ant)

.