Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran, Disdukcapil Sepakat MoU dengan Disdik

©
AKRAB- Asisten Ekbang, Rustandi (kiri), Kepala Disdukcapil, R.H Oetje Subagdja (kiri 2), Kepala Disdik, TB. A. Luthfi Syam (kanan 2) dan Camat Ciawi, Bambang Setiawan (kanan) terlihat akrab berfoto bersama seusai menandatangani nota kesepahaman atau MoU sekaligus launching akta kelahiran siswa, di SMPN 3 Ciawi, Jalan Veteran II, Desa Jambu Luwuk, Kabupaten Bogor, Selasa (7/2/2017). [Sabastian | Transbogor.co]

Transbogor.co- Untuk mempercepat kepemilikan akta kelahiran, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Selasa (7/2/2017), sepakat menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus launching akta kelahiran siswa, di SMPN 3 Ciawi, Jalan Veteran II, Desa Jambu Luwuk, Kabupaten Bogor.

Hal ini merupakan sebuah kabar gembira bagi warga Kabupaten  Bogor berusia 0-18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran, saat ini  bisa mengurus pembuatan akta kelahiran melalui sekolah maupun madrasah tempat menimba ilmu. Upaya jemput bola ini dilakukan Disdukcapil bekerjasama dengan  Disdik  Kabupaten Bogor. 

Bupati Hj. Nurhayanti yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Rustandi meminta kepada Kepala Disdukcapil, R.H Oetje Subagdja dan Kepala Disdik, TB. A. Luthfi Syam agar kegiatan pembuatan akta kelahiran siswa  dapat dilakukan sebaik-baiknya, dan terintegrasi dengan  tepat.

Sisi lain, Rustandi kepada media usai membuka dengan resmi sosialisasi dan launching pembuatan akta kelahiran siswa mengungkapkan, satu hal paling penting lainnya yang harus dipikirkan oleh orangtua, setelah kelahiran anaknya adalah, membuatkan akta lahir bagi anaknya.

Persoalan ini terkadang sering terlupakan oleh orangtua. Padahal, selaku warga negara, kelahiran seorang anak haruslah tercatat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pencatatan ini dilakukan dengan prosedural tertentu, dan diarsipkan dalam lembaran yang dikenal dengan nama, akta kelahiran.

“Para orangtua wajib segera membuat akta kelahiran bagi anak mereka, khususnya mereka yang tinggal jauh dari perkotaan mengingat akta kelahiran adalah, dokumen awal masyarakat, untuk itu pemerintah daerah Kabupaten Bogor sangat memberikan respon luar biasa untuk Disdukcapil serta Disdik Kabupaten Bogor atas penyelengaaraan kegiatan ini,” tegas Rustandi.

Prosedur pengurusan akta kelahiran siswa ini  cukup sederhana, di mana masing-masing instansi tersebut akan menerima blangko dari Disducapil dan Disdik dapat mensosialisasikan pembuatan akta kelahiran melalui guru.

Adapun siswa pemohon akta cukup mengisi blangko, dan menyerahkan sejumlah dokumen, seperti fotokopi surat nikah orang tua, salah satu KTP orang tua dan kartu kelahiran.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana 

 

 

.