PT. Antam Wajib Perhatikan Masyarakat Sekitar

©

Transbogor.co-Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar menegaskan bahwa program pascatambang yang dilakukan oleh PT. Antam, pengelolaan, pengusahaan, dan pemanfaatannya mutlak harus dilakukan secara optimal, baik bagi kepentingan perusahaan, masyarakat, Pemerintah maupun lingkungan sekitar tambang.Hal tersebut dikatakan Adang ketika membuka kegiatna Konsultasi Publik Untuk Rencana Pascatambang PT.Antam TBk UPE Pongkor di Ruang Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Cibinong (15/3)

"Ketika pengelolaan sumber daya alam yang tidak terbarukan ini hampir mencapai batasannya, maka kita perlu mempersiapkan program pasca tambang dengan baik agar mampu menjaga kesinambungan sosial ekonomi masyarakat setempat yang sebelumnya bersandar pada pergerakan perusahaan tambang" tambah Adang

Ditambahkan Adang, rencana pasca tambang PT. Antam, dalam pelaksanannya tidak akan berjalan sendiri, akan tetapi melibatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder yang berkompeten agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.

"Pada waktunya nanti, program pasca tambang yang nanti dilakukan, akan kita libatkan seluruh stakeholder yang berkompeten dan tentu juga masyarakat, karena kita tidak ingin ada gejolak yang berarti di masyarakat" tegas Adang

Selain itu, Adang mengingatkan agar dalam kegiatan konsultasi publik ini, para partisipan dan seluruh stakeholder terkait agar memperhatikan aspek lainnya seperti perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekitar pertambangan, keselamatan dan kesehatan kerja, konservasi sumber daya alam serta pengembangan sosial, ekonomi dna budaya masyarakat setempat.

"Pemkab Bogor berharap agar seluruh partisipan yang terlibat bisa berperan aktif dalam memberikan masukan terhadap rencana  tindak lanjut pasca penutupan tambang PT. Antam. Bagaimanapun rencana pasca tambang akan memberikan pengaruh yang signifikan bagi masyarakat, tetapi jangan lupakan juga dampak yang lain seperti lingkungan hidup di sekitar pertambangan, keselamatan dan kesehetan kerja dan pengembangan sosial ekonomi" tutup Adang

Sementara itu, Wakil Direktur Operasional PT Antam, Hikmat Gunantara menuturkan bahwa saat ini yang perlu dipikirkan bagaimana langkah kedepan setelah tambang emas di pongkor selesai karena berdasarkan izin usaha perusahaan (IUP) UBPE pongkor akan berakhir pada tahun 2021 mendatang.

"perlu perencanaan yang matang setelah pasca tambang berakhir,antam tidak bisa melakukan sendirian setelah pasca beraakhir nanti, sehingga perlu ada dukingan dari seluruh jajaran hingga intansi terkait untuk mempersiapkan program kerja,"ungkapnya.

Adapun GM PT Antam Pongkor, I Gede Gunawan menjelaskan bahwa, pasca operasi penambangan mineral berhenti pada 2021 nanti, revegetasi akan dilakukan pada lahan seluas 11,20 hektare yang terbagi atas 5 hektare digunakan sebagai peruntukkan lain dan 6,20 hektare akan direvegetasi.

“Peruntukkan lain itu seperti jadi area admin, kantor tambang, stock pile, IPAL, area diklat dan area lahan eks kontraktor dan lainnya,” katanya

Dia menambahkan juga, hingga 2016, realisasi bukaan lahan mencapai 83,59 hektare, realisasi reklamasi 47,25 hektare. Rencana reklamasi pada 2017 hingga 2021 seluas 25,14 hektare dan sarana yang dipertahankan 5 hektare dengan sisa area terbuk 36,34.

“Rencana reklmasi revegetasi tahun 2021 hingga selesai seluas 6,20 hektare. Ada empat portal tambang yang akan ditutup, yakni Ciurug L 600, Ciurug L 700, Ciurug L 703 dan Gudang Handak L 515,” tukasnya.

Editor : adipati

.