KPK Tegaskan Sprindik Novanto Hoax

  Juru Bicara KPK Johan Budi bersiap meninggalkan ruangan seusai memberikan keterangan pers tentang operasi tangkap tangan di gedung KPK, Jakarta. foto: antara

Jakarta, Trans Bogor - Masyarakat jangan terkecoh oleh broadcast sprindik Ketua DPR RI Setya Novanto. Penyebaran melalui BBM dan media sosial tersebut lebih bernuansa politik dan diplintir untuk kepentingan golongan tertentu. Cara-caranya juga sudah mirip kampanye hitam.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto secara tegas  membantah pernah menandatangani surat perintah dimulainya peyidikan (Sprindik) atas nama Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus PON Riau.

"Setahu saya KPK tidak pernah keluarkan Sprindik seperti itu," kata Bambang dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/10/2014).

Hal yang sama juga disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi. Menurut dia dari format dan kop saja, Sprindik yang beredar itu tidak asli alias hoax.

"Tidak benar, itu hoax," kata Johan.

Beberapa media online sejak pagi tadi memberitakan beredarnya sprindik tersebut. Dalam foto Sprindik palsu yang beredar tercantum tiga nama penyidik yakni Bambang Sukoco, Heri Muryanto, dan Salmah, serta dikukuhkan oleh tandatangan (palsu),  Bambang Widjojanto.

Tertulis juga, dalam Sprindik 'Hoax' Setya Novanto, tanggal terbitnya pada 25 September 2014.Banyak orang yang ingin memanfaatkan KPK untuk kepentingan politik. Menguatnya koalisi merah putih dan redupnya koalisi "Indonesia Hebat" ikut pula dijadikan kesempatan bagi yang ingin melemahkan KPK dengan menyebarkan isu atau hoax sprindik.

(ams/dtc)

.