DPPKB Targetkan 9.000 Akseptor Baru

©

Transbogor.co-Sebanyak 100 ibu-ibu usia produktif (25-40 tahun) se-Kota Bogor menjadi akseptor baru atau peserta Keluarga Berencana baru dalam kegiatan program Keluarga berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan pemeriksaan leher rahim/IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Program tersebut digelar dalam rangka HUT Ke-66 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor di Gedung PPKI Dankesyah, jalan RE. Martadinata, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor,  Kamis (13/04/2017).

Kepala DPPKB Kota Bogor Lilies Sukartini mengatakan, tujuan dari program KB ini untuk mengendalikan jumlah penduduk dengan memberikan jarak kelahiran. KB MJKP dengan rentan waktu tiga tahun untuk implant dan sepuluh tahun untuk KB Spiral atau IUD (intra uterine device) dinilai lebih efektif dan strategis, dengan sasaran utama masyarakat tidak mampu. Pasalnya, di Kota Bogor masih banyak perempuan di usia 15-19 tahun yang sudah menikah dini akibat faktor ekonomi, sehingga membuat angka kelahiran menjadi tinggi. “Target kami tahun ini ada 9.000 akseptor baru,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang hadir mengatakan, kecenderungan ledakan penduduk terjadi di negara berkembang salah satunya Indonesia. Jumlah angka kelahiran yang meningkat berpotensi menjadi bencana kemanusiaan, jika tidak dilakukan langkah cepat, maka di tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,3 persen  turun menjadi 1,21 persen melalui program KB MKJP. “Sosialisasi seperti usia pernikahan, pengendalian masa kesuburan juga perlu dilakukan agar penurunan penduduk ini diikuti dengan kualitas masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : adipati

.