Diabaikan Pemda, Seharusnya Madrasah Ibtidaiyah Bisa Dapat Hibah Pemda

©

Transbogor.co-Ada angin segar bagi pengelola Madrasah khususnya Madrasah Ibtidaiyah, ternyata Madrasah diperbolehkan mendapat bantuan hibah, hal ini terungkap dalam acara Bimbingan Teknis Bantuan Hibah Lembaga dan Sarana Keagamaan Tahun 2017 di Gedung Pusdai Cibinong, 25/04/2017.

Hadir sebagai pembicara dari Kementerian Dalam Negeri, Rifki Sapta dan ia mengungkapkan kalau Madrasah ini bisa mendapatkan bantuan hibah dari pemda Kabupaten Bogor “Bantuan untuk Madrasah ini boleh dianggarkan pemerintah daerah tetapi tidak menjadi program prioritas karena madrasah itu ada dibawah kemenag yang harus masuk pada  prioritas pusat” demikian ungkap Rifki saat ditanya tentang kemungkinan Madrasah bisa mendapatkan bantuan Hibah dari Pemda

Sementara Ketua PD Mathlaul Anwar Kabupaten Bogor yang turut hadir  dan getol meneriakan nasib madrasah di Kabupaten ini, ia menganggap Madrasah kurang dapat perhatian dari Pemda Kabupaten Bogor “Kondisi Madrasah Ibtidaiyah di kabupaten Bogor ini sangat mengkhawatirkan, banyak gedung madrasah yang sudah tidak layak huni tapi selama ini belum mendapatkan bantuan baik dari kemenag apalagi dari pemda Kabupaten Bogor,” ungkap Azis.

Lebih lanjut Azis mengungkapkan kalau selama ini Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah bisa mendapatkan hibah dari Propinsi sementara Madrasah Ibtidaiyah  di Kabupaten Bogor nasibnya tidak jelas alias tak diprioritaskan padahal MI jauh lebih banyak dan sebagai program wajib belajar tingkat dasar.

 “Posisi Madrasah Ibtidaiyah sangat memprihatinkan, selama ini kurang dapat perhatian dari Pemda padahal madrasah Ibtidaiyah ini juga turut mencerdaskan masyarakat dan pada akhirnya akan menaikan IPM Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Azis pun menuturkan kalau dilapangan banyak contoh kasat mata yang bisa dilihat kondisi Madrasah saat ini “Tengok saja Madrasah Ibtidaiyah korban relokasi longsor di kampung Panggeleseran Kecamatan Cigudeg sampai saat ini masih tidak jelas dan terpaksa mereka harus belajar di dalam gubug  yang pengap dan kotor,” pungkasnya.

Editor : adipati

.