465 Siswa MTsN 3 Bogor Ikuti UNBK 2017

©

Tranbogor.co-Hari Pertama pelaksanaan UNBK tahun 2017 di MTsN 3 Bogor berjalan dengan lancar, ya sebanyak 465 siswa mengikuti UNBK 2017 dengan dibagi tiga shift. Hal itu terlihat ketika kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor Dadang Ramdani melakukan monitoring ke MTsN 3 Bogor, Senin (01/5).

“Kalau saya lihat semua proses dan kebutuhannya sudah terpenuhi dalam pelaksaaan UNBK di MTsN 3 Bogor ini,” kata Dadang.

Lebih jauh dia mengatakan, ada beberapa manfaat dari pelaksanaan UNBK, diantaranya Pertama, UNBK lebih efektif, efisien dan nyaman. Dengan UNBK peserta didik tidak perlu memakai pensil, pulpen, peng­hapus, serutan dan papan berjalan. Peserta didik juga dibuat nyaman, yaitu tidak perlu meng­hitamkan LJUN (lembar Jawaban Ujian Nasional) dan mengisi bio­data yang memakan waktu lama sekitar 10 menit, sementara untuk menghitamkan tiap jawaban berapa waktu lagi yang terbuang percuma. “Peserta didik juga tidak ada rasa kawatir LJUNnya rusak, basah, robek, cacat bahkan ti­dak terbaca oleh scanner. Jelas peserta didik diuntungkan yang ikut UNBK dibanding yang ikut UN memakai kertas,” kata Dadang.

Bahkan, Pengawas ruang UNBK juga lebih nyaman jika dibandingkan dengan UN biasa, karena tidak perlu menulis berita acara dan daftar kehadiran peserta ujian yang memakan waktu lama sekitar 15 menit, sementara untuk UNBK hanya sekitar 5 menit, pengawas ruang UNBK hanya mengedarkan daftar kehadiran, semuanya sudah tercetak. Pen­gawas ruang UNBK juga tidak mengecek biodata peserta ujian yang ada di LJUN.

“Panitia di sekolah juga tidak direpotkan dengan ruang ujian, karena ruang ujiannya hanya ada di ruang laboratorium komputer. Panitia juga tidak perlu mengam­bil soal pagi-pagi sebelum subuh dan menyerahkan LJK hari itu juga setelah selesai ujian,” bebernya.

Menafaat Kedua, lebih murah dalam pembiayaan. UNBK murah karena tidak ada pelelangan bahan, tidak membutuhkan kertas, se­hingga ramah lingkungan, tidak ada anggaran keamanan untuk polisi, pengamanan soal UN oleh polisi terkesan sangat berlebihan, pengawas ruang juga lebih se­dikit, tidak ada biaya percetakan, administrasi lebih fleksibel, pen­gaturan pengawasan dan hasil lebih mudah dan murah.

“Ketiga, lebih transparan, akuntabilitas terjaga dan sulit terjadi kecurangan dan kebocoran soal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Bogor Lili Agusetiawati mengatakan,  sejak awal pihaknya sudha mempersiapkan pelaksaan UNBK ini dengan baik, dirinya pun berharap anak didiknya mampu menghadapi UNBK ini dengan lancar dan baik. “Kita selalu berrdoa semoga semua siswa yang berjumlah 465 orang ini bisa mengikuti UNBK dengan baik tanpa halangan apapun dan lulus 100 persen,” kata LIli.

Editor : adipati

.